Terharu, Momen SBY Ketemu Penyintas Korban Tsunami Aceh yang Sampai Difilmkan Berjudul Hafalan Sholat Delisa

AKURAT.CO Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Banda Aceh.
SBY menghadiri acara peringatan 19 tahun tsunami Aceh bersama ulama-ulama dari Aceh.
SBY yang turut serta dalam acara yang bertajuk "Saweu Aceh" ini, didampingi oleh putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kedatangan SBY ini bersamaan dengan peringatan ke-19 tsunami Aceh dan ia juga dijadwalkan untuk mengunjungi beberapa situs bersejarah tsunami Aceh.
Kunjungan SBY dan AHY ke Aceh kali ini tidak terkait dengan kampanye pemilihan presiden atau Pemilu 2024 secara umumnya.
Mereka datang dengan tujuan murni untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat Tanah Rencong.
Tak hanya bertemu ulama-ulama Aceh, SBY juga bertemu dengan Delisa Fitri Rahmadani, penyintas tsunami Aceh yang sampai difilmkan berjudul "Hafalan Sholat Delisa".
Berdasarkan video yang diunggah dalam akun TikTok @et.center.id, Delisa menyapa dan bersalaman dengan SBY.
"SBY menyapa teman-teman milenial Banda Aceh, berjumpa Delisa salah satu pemuda yang selamat dari tsunami aceh saat melakukan praktik sholat di sekolahnya," tulis keterangan akun tersebut.
Di sela percakapannya, SBY pun mengungkapkan rasa bangganya terhadap delisa yang merupakan salah satu korban selamat dari insiden tersebut.
"Bapak bangga," ungkap SBY.
Di sisi lain, film Hafalan Sholat Delisa berasal dari kisah nyata seorang korban bernama Delisa Fitri Rahmadani.
Cerita film Hafalan Shalat Delisa berfokus pada kisah seorang gadis kecil bernama Delisa dan keluarganya, yang tinggal di Lhok Nga, sebuah desa kecil di tepi pantai Aceh.
Ayah Delisa, Abi Usman, bekerja di sebuah kapal tanker perusahaan minyak internasional.
Saat ayahnya bekerja, Delisa menghabiskan waktu bersama ibunya dan ketiga kakaknya, Fatimah, serta si kembar Aisyah dan Zahra.
Pada 26 Desember 2004, sebelum tsunami melanda, Delisa bersama ibunya bersiap untuk ujian praktik shalat. Gempa dahsyat tiba-tiba mengguncang, menciptakan ketakutan di keluarga Delisa.
Tsunami menyapu desa kecil mereka, dan Delisa beserta banyak warga lainnya terhanyut oleh arus.
Setelah berhari-hari pingsan dan terdampar di cadas bukit, Delisa diselamatkan oleh Smith, seorang tentara Angkatan Darat Amerika.
Ayah Delisa, setelah mendengar berita bencana, segera pulang dan mengetahui bahwa ketiga putrinya telah ditemukan tak bernyawa, sementara ibunya masih belum ditemukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









