Akurat Logo

Tingkatkan Kualitas SDM Perguruan Tinggi Keagamaan, Puspenma Kembangkan Beasiswa Luar Negeri dan Double Degree

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Juli 2025, 14:02 WIB
Tingkatkan Kualitas SDM Perguruan Tinggi Keagamaan, Puspenma Kembangkan Beasiswa Luar Negeri dan Double Degree

AKURAT.CO Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) melalui pengembangan program beasiswa, termasuk studi ke luar negeri dan skema S2 Double Degree.

Program ini dijalankan melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kemenag, yang saat ini tengah melaksanakan proses wawancara dalam rangkaian seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun 2025. Seleksi tersebut berlangsung sejak 14 hingga 23 Juli 2025 dan dilakukan secara daring.

Kepala PUSPENMA, Ruchman Basori, menyampaikan bahwa Kemenag tidak hanya memberi beasiswa kepada dosen PTK, tetapi juga membuka peluang bagi para pegawai di lingkungan Kemenag, mulai dari tingkat pusat hingga Kantor Kemenag kabupaten dan kota, untuk melanjutkan studi S2 maupun S3. Program ini menyasar kampus-kampus unggulan, baik di dalam maupun luar negeri.

"Wawancara menjadi penentu, apakah mereka layak atau tidak, untuk mendapatkan beasiswa full scholarship baik di dalam dan luar negeri," ujar Ruchman saat memantau pelaksanaan tes wawancara di Tangerang Selatan, Senin (21/7), dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

Baca Juga: Puspenma Kemenag Tunjukkan Profesionalisme Tinggi dalam Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

Ruchman menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk memperkuat kapasitas akademik dan profesional para dosen serta pegawai di lingkungan Kemenag agar mampu menjawab tantangan birokrasi dan pendidikan keagamaan yang semakin kompleks. Beasiswa luar negeri ditujukan ke berbagai negara seperti Australia, Amerika, Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, dan negara-negara Timur Tengah.

Terkait dengan skema S2 Double Degree, Kemenag saat ini mengembangkan dua model kerja sama. Kelompok pertama melibatkan Universitas Internasional Islam Indonesia (UIII), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Alauddin Makassar yang bermitra dengan Edinburg University dan SOAS University. Sementara kelompok kedua terdiri dari lima PTKIN yang bekerja sama dengan Universitas Utara Malaysia (UUM), yang tahun ini memasuki proses rekrutmen tahap kedua.

Dalam seleksi tahun ini, tercatat sebanyak 93 orang mengikuti tes wawancara untuk jenjang S3 luar negeri, dengan berbagai program studi seperti sains dan teknologi, sosial humaniora, studi Islam, kesehatan, hukum, hingga ekonomi. Sementara untuk program S2 Double Degree, terdapat 59 peserta.

Ruchman juga menyampaikan harapannya agar dukungan dari lembaga lain seperti LPDP bisa terus bertambah. "Jika LPDP tahun depan menambah anggaran, tentu akan bertambah pula jumlah awardee kita ke luar negeri," katanya.

Baca Juga: Kepala Puspenma Kemenag Harap Peserta Seleksi BIB 2025 Siapkan Mental dalam Tahapan Tes Wawancara

Langkah Kemenag ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi aparatur negara dan civitas akademika keagamaan. Selain memperkuat jaringan kerja sama internasional, program ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan keagamaan nasional secara menyeluruh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.