Akurat

Asal Usul dan Makna Tari Rangkuk Alu, Tradisi Unik dari Flores

Eko Krisyanto | 12 Juli 2025, 17:18 WIB
Asal Usul dan Makna Tari Rangkuk Alu, Tradisi Unik dari Flores

AKURAT.CO Tari Rangkuk Alu berasal dari Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Tarian ini merupakan permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak dan remaja terutama saat malam bulan purnama atau setelah panen raya sebagai bentuk hiburan dan syukur atas hasil panen. 

Permainan ini menggunakan batang bambu yang disusun membentuk kotak di atas tanah, lalu digerakkan secara ritmis oleh beberapa orang. Para pemain lain melompat-lompat di antara bambu tersebut berusaha menghindari jepitan saat bambu dibuka dan ditutup. Gerakan inilah yang berkembang menjadi tarian yang indah. 

Baca Juga: Jadi Google Doodle, Ini Lagu Daerah yang Digunakan Permaianan Tari Rangkuk Alu Asal Manggarai NTT

Makna, Nilai, dan Filosofi 

Tari Rangkuk Alu bukan sekadar hiburan, melainkan sarat dengan makna edukasi dan filosofi mendalam : 

  • Ekspresi syukur 

Permainan dan tarian ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat Manggarai atas hasil panen dan rezeki yang diterima. 

  • Nilai edukasi 

Permainan dan tarian ini melatih ketangkasan, keseimbangan, koordinasi, konsentrasi, serta kerja sama tim dan strategi. Pemain harus fokus dan cekatan agar tidak terjepit bambu. 

  • Kebersamaan dan harmoni 

Suara irama bambu yang saling bertautan melambangkan keharmonisan dan pentingnya kerja sama dalam masyarakat. 

  • Spiritualitas 

Tarian ini juga dipercaya memiliki nilai spiritual sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur. 

  • Simbol identitas 

Rangkuk Alu juga menjadi bagian penting dari identitas budaya Manggarai dan alat pemersatu masyarakat. 

Baca Juga: Ternyata Berikut Alasan Tari Rangkuk Alu Jadi Google Doodle Hari Ini

Cara Bermain dan Struktur Tarian 

  • Pemain terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok penjaga (menggerakan bambu) dan kelompok pemain (melompat di antara bambu). 

  • Empat batang bambu sepanjang sekitar dua meter disusun membentuk kotak di tanah lapang yang keras. 

  • Penjaga duduk atau jongkok sambil menggerakkan bambu secara ritmis. Sedangkan, pemain melompat mengikuti irama buka tutup bambu untuk menghindari jepitan. 

  • Dengan iringan alat musik tradisional seperti gendang, gong, atau gambang membuat suasana semakin magis dan semangat. 

Penari Rangkuk Alu mengenakan busana khas adat Manggarai. Kain songke menjadi pakaian utama baik bagi laki-laki maupun perempuan. Laki-laki dilengkapi dengan sapu (ikat kepala) dan selendang songke, sedangkan perempuan mengenakan bali-belo atau retu sebagai hiasan kepala serta mbero sebagai atasan tradisional. 

Kini, Tari Rangkuk Alu tidak hanya dipentaskan dalam upacara adat, tetapi juga semakin sering tampil dalam festial budaya, penyambutan tamu kenegaraan, hingga sebagai atraksi pariwisata yang memikat. 

Kehadirannya sebagai Google Doodle pada 29 April 2024 dalam rangka Hari Tari Internasional menjadi simbol pengakuan dunia terhadap kekayaan seni dan budaya Indonesia.

Sebagai warisan budaya yang penuh nilai, Tari Rangkuk Alu terus diajarkan dan dikenalkan kepada generasi muda agar identitas dan kekayaan budaya bangsa tetap hidup dan lestari di tengah arus modernisasi. 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R