Inilah 3 Cara Penulisan Gelar yang Benar Sarjana Misal S.Pd, M.Pd, dan Dr. di Indonesia secara Akurat

AKURAT.CO Penulisan gelar yang benar untuk bidang akademik di Indonesia memiliki aturan khusus yang wajib dipahami agar gelar tersebut tertulis dengan benar, sopan, dan sesuai kaidah kebahasaan.
Kesalahan dalam penulisan gelar tidak hanya berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, tetapi juga dapat dianggap kurang menghargai pencapaian akademik seseorang.
Gelar sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3) memiliki format penulisan yang berbeda dan mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) serta peraturan resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Artikel ini mengulas tiga cara penulisan gelar yang benar, khususnya contoh gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan), M.Pd (Magister Pendidikan), dan Dr. (Doktor) di Indonesia.
Baca Juga: Dinar Candy Berhasil Raih Gelar Sarjana di Usia 31 Tahun
1. Penulisan Gelar Sarjana (S1)
Gelar sarjana ditulis di belakang nama dengan format singkatan yang diawali huruf kapital “S” dan diikuti oleh inisial rumpun ilmu atau program studi.
Setiap huruf pada singkatan gelar diakhiri dengan tanda titik, dan antara nama dan gelar dipisahkan oleh tanda koma.
Contoh penulisan gelar sarjana pendidikan yang benar adalah:
-
Nama lengkap, S.Pd.
(contoh: Andi Wijaya, S.Pd.)
Penulisan ini sesuai dengan aturan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018 dan PUEBI yang menyatakan bahwa gelar akademik harus disingkat dengan huruf kapital dan diberi tanda titik di setiap singkatan.
Gelar S.Pd. merupakan singkatan dari Sarjana Pendidikan.
Baca Juga: Wisuda 448 Sarjana, Ketua STAINI Parung Bogor: Gelar Sarjana Adalah Gerbang Menuju Pengabdian
2. Penulisan Gelar Magister (S2)
Gelar magister juga ditulis di belakang nama dengan huruf kapital “M” diikuti oleh singkatan bidang ilmu atau program studi, dan setiap huruf diakhiri titik.
Sama seperti gelar sarjana, antara nama dan gelar dipisahkan tanda koma.
Contoh penulisan gelar magister pendidikan yang benar adalah:
-
Nama lengkap, M.Pd.
(contoh: Andi Wijaya, M.Pd.)
Gelar M.Pd. adalah singkatan dari Magister Pendidikan. Penulisan ini konsisten dengan aturan penulisan gelar akademik di Indonesia yang mengedepankan kejelasan dan keseragaman format.
3. Penulisan Gelar Doktor (S3)
Berbeda dengan gelar sarjana dan magister, gelar doktor ditulis di depan nama dengan format “Dr.”. Huruf “D” ditulis kapital, huruf “r” kecil, dan diakhiri tanda titik.
Tidak perlu menggunakan tanda koma setelah gelar ini.
Contoh penulisan gelar doktor yang benar adalah:
-
Dr. Andi Wijaya
Jika seseorang memiliki gelar doktor dan gelar lain di belakang nama, maka gelar doktor tetap diletakkan di depan nama, sementara gelar lain ditulis di belakang nama dengan tanda koma sebagai pemisah.⁵
Contoh lengkap:
-
Dr. Andi Wijaya, S.Pd., M.Pd.
Penulisan ini sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan standar akademik di Indonesia.⁶
Baca Juga: Bosan dengan Instagram? Begini Cara Hapus Akun IG secara Permanen
Penulisan Gelar yang Benar
Penulisan gelar akademik di Indonesia mengikuti aturan baku yang telah ditetapkan oleh PUEBI dan peraturan resmi pemerintah.
Gelar sarjana (S1) dan magister (S2) ditulis di belakang nama dengan singkatan yang diawali huruf kapital dan diakhiri titik, dipisahkan oleh tanda koma dari nama.
Sedangkan gelar doktor (S3) ditulis di depan nama dengan format “Dr.” yang diawali huruf kapital dan diakhiri titik tanpa koma setelahnya.
Contoh penulisan yang benar adalah Andi Wijaya, S.Pd., M.Pd. untuk gelar sarjana dan magister, serta Dr. Andi Wijaya untuk gelar doktor.
Memahami dan menerapkan cara penulisan gelar yang benar penting untuk menghargai pencapaian akademik dan menjaga profesionalisme.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









