Apa yang Dimaksud dengan Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru?

AKURAT.CO Inilah jawaban dari pertayanyaan, apa yang dimaksud dengan prinsip altruisme dalam kode etik guru? Simak penjelasan berikut ini.
Dalam dunia pendidikan, guru memiliki peran penting sebagai pengajar sekaligus pembimbing. Mulai dari itulah muncul pertanyaan apa yang dimaksud dengan prinsip altruisme dalam kode etik guru.
Tanggung jawab guru bukan hanya soal kemampuan akademis, tetapi juga harus didukung oleh sikap moral yang kuat.
Salah satu nilai utama dalam profesi guru adalah altruisme, sikap atau tindakan peduli terhadap orang lain secara tulus tanpa mengharapkan imbalan.
Prinsip tersebut yang menunjukkan bahwa guru bekerja dengan penuh ketulusan dan komitmen, dituntut untuk mengedepankan kepentingan siswa, meskipun terkadang harus mengesampingkan kenyamanan diri sendiri.
Apa yang Dimaksud dengan Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru?
Sikap altruisme terlihat dari berbagai tindakan nyata, seperti memberi perhatian lebih kepada siswa yang kesulitan, meluangkan waktu di luar jam pelajaran untuk memberikan bimbingan, serta aktif dalam kegiatan sosial demi mendukung kemajuan pendidikan.
Kode etik guru Indonesia menekankan pentingnya menjunjung nilai-nilai moral dan kemanusiaan dalam menjalankan peran sebagai pendidik.
Guru dituntut untuk selalu berpegang pada ajaran agama, aturan hukum, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan saat berinteraksi dengan masyarakat, siswa, maupun orang tua murid.
Altruisme bukan hanya soal sikap pribadi, tetapi juga bagian penting dari tanggung jawab dan profesionalisme seorang guru.
Prinsip altruisme dalam kode etik guru berarti menempatkan kepentingan orang lain, terutama siswa, di atas kepentingan diri sendiri. Guru yang menerapkan prinsip ini akan:
1. Mengajar dengan hati dan komitmen tinggi, tanpa mengharapkan imbalan besar.
2. Fokus pada perkembangan siswa, baik dalam hal pengetahuan maupun karakter.
3. Siap membantu siswa kapan pun dibutuhkan, meskipun di luar jam kerja.
4. Menjadi teladan melalui sikap empati, peduli, dan keikhlasan.
Jadi, altruisme mendorong guru untuk menjalankan perannya sebagai pendidik yang peduli dan siap melayani, demi masa depan siswa, bukan demi keuntungan pribadi.
Contoh sederhana, seperti:
1. Seorang guru yang tetap membimbing muridnya di luar jam sekolah tanpa dibayar.
2. Seseorang yang menolong orang lain meskipun sedang sibuk atau lelah.
Dalam konteks profesi, seperti guru, altruisme berarti mengutamakan kepentingan peserta didik dan masyarakat di atas kepentingan pribadi, sebagai bentuk pengabdian dan dedikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








