Akurat

Apa yang Dimaksud dengan Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru? Simak Penjelasan Lengkap di Sini!

Shalli Syartiqa | 7 Juni 2025, 14:03 WIB
Apa yang Dimaksud dengan Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru? Simak Penjelasan Lengkap di Sini!

AKURAT.CO Prinsip altruisme dalam kode etik guru merupakan salah satu nilai fundamental yang mengedepankan sikap kepedulian dan pengorbanan tanpa mengharapkan imbalan.

Dalam profesi keguruan, prinsip ini menuntut guru untuk memprioritaskan kesejahteraan peserta didik dan masyarakat luas sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan etika profesi.

Memahami dan mengamalkan prinsip altruisme sangat penting untuk menjaga kehormatan profesi guru serta menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan berdaya guna

Apa Itu Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru?

Altruisme secara umum berarti perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memikirkan keuntungan diri sendiri.

Dalam konteks kode etik guru, altruisme diwujudkan melalui sikap empati, toleransi, dan rasa percaya yang mendalam terhadap peserta didik serta kolega.

Guru yang berpegang pada prinsip ini rela berkorban waktu, tenaga, dan sumber daya demi kemajuan dan perkembangan peserta didik.

Prinsip ini juga didasarkan pada norma timbal balik atau reciprocity norm yang diinternalisasi sebagai kewajiban moral dalam menjalankan tugas keguruan. Altruisme bukan sekadar kewajiban formal, melainkan motivasi intrinsik yang mendorong guru berbuat baik tanpa mengharap balasan.

Manifestasi Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru

1. Menempatkan kepentingan dan perkembangan peserta didik di atas kepentingan pribadi.

2. Memberi perhatian secara tulus terhadap permasalahan akademik maupun sosial siswa.

3. Bersikap sabar, penuh kasih sayang, serta terbuka terhadap kebutuhan murid.

4. Berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk kemajuan bersama tanpa pementingan diri.

5. Mengutamakan profesionalisme dan etika dalam melaksanakan tugas mengajar dan membimbing.

Pentingnya Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru

Prinsip altruisme menjadi landasan moral yang membuat guru memiliki komitmen profesional tinggi untuk mendidik secara optimal.

Sikap ini memperkuat hubungan harmonis antara guru, peserta didik, dan masyarakat, sehingga menciptakan iklim belajar yang kondusif dan bermakna.

Selain itu, altruisme membantu guru menjaga martabat profesi sebagai figur yang mulia dan terhormat melalui pelayanan tanpa pamrih.

Dengan demikian, prinsip ini membedakan guru sebagai sosok yang tidak hanya mengajar tapi juga mencintai proses pembelajaran dan perkembangan siswa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.