Akurat

Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air Termasuk ke dalam Teknologi yang Ramah Lingkungan?

Rahman Sugidiyanto | 11 Mei 2025, 18:30 WIB
Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air Termasuk ke dalam Teknologi yang Ramah Lingkungan?

AKURAT.CO Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air Termasuk ke dalam Teknologi yang Ramah Lingkungan.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang banyak digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

PLTA memanfaatkan energi air untuk menghasilkan listrik secara efisien dan ramah lingkungan.

Dengan potensi sumber daya air yang melimpah, PLTA menjadi solusi energi yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menekan emisi gas rumah kaca.

Artikel ini menguraikan cara kerja PLTA dan alasan mengapa teknologi ini termasuk ramah lingkungan berdasarkan berbagai referensi terpercaya.

Baca Juga: Profil PLTA Jatigede, Diinisiasi Soekarno, Digroundbreaking Jokowi, Diresmikan Prabowo

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air

PLTA bekerja dengan mengubah energi potensial air menjadi energi listrik. Proses dimulai dari bendungan yang menampung air dalam jumlah besar, sehingga menciptakan tekanan dan energi potensial.

Air dari bendungan dialirkan melalui pipa khusus (penstock) menuju turbin. Aliran air yang deras memutar turbin, mengubah energi kinetik air menjadi energi mekanik.

Turbin yang berputar kemudian menggerakkan generator yang terhubung secara mekanik.

Generator mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui prinsip induksi elektromagnetik, menghasilkan arus listrik bolak-balik (AC).

Energi listrik ini kemudian disalurkan melalui jaringan transmisi untuk didistribusikan ke rumah-rumah, industri, dan fasilitas umum.

Setelah melewati turbin, air dialirkan kembali ke sungai atau badan air alami, sehingga siklus air tetap berlanjut tanpa kehilangan sumber daya air.

Komponen utama PLTA meliputi bendungan, penstock, turbin, generator, dan jalur transmisi listrik.

Baca Juga: Zelensky: Rusia Siap Ledakkan Bendungan Besar PLTA, Kherson Terancam Diterjang Banjir Dahsyat

PLTA sebagai Teknologi Ramah Lingkungan

PLTA termasuk teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan karena beberapa alasan berikut:

  1. Menggunakan Sumber Energi Terbarukan

    Energi air yang digunakan PLTA bersifat terbarukan dan melimpah, berbeda dengan bahan bakar fosil yang terbatas dan menghasilkan polusi.

  2. Emisi Gas Rumah Kaca yang Rendah

    PLTA tidak menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) atau polutan udara lainnya selama operasi, sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

  3. Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

    Air yang digunakan untuk menggerakkan turbin tetap dialirkan kembali ke lingkungan, menjaga ekosistem sungai dan sumber air tetap lestari.

  4. Pengendalian Banjir dan Penyediaan Air

    Bendungan PLTA juga berfungsi sebagai pengendali banjir dan penyedia air irigasi, memberikan manfaat ganda bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

  5. Energi Stabil dan Efisien

    PLTA dapat menghasilkan listrik secara stabil dan dapat diatur sesuai kebutuhan, sehingga mendukung kestabilan pasokan energi tanpa merusak lingkungan.

Tantangan dan Upaya Mitigasi

Meski ramah lingkungan, pembangunan PLTA harus memperhatikan dampak ekologis seperti perubahan habitat dan migrasi ikan.

Oleh karena itu, teknologi seperti fish ladder dan pengelolaan lingkungan yang cermat diterapkan untuk meminimalkan dampak negatif.

Rangkuman

Pembangkit Listrik Tenaga Air bekerja dengan mengubah energi potensial air menjadi energi listrik melalui turbin dan generator.

Teknologi ini termasuk ramah lingkungan karena menggunakan sumber energi terbarukan, menghasilkan emisi rendah, dan mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

PLTA menjadi solusi energi hijau yang penting dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.