Akurat

Ketika Ancaman Non Militer Terjadi di Sebuah Negara, Bagaimana Sikap Bela Negara yang Paling Tepat? Temukan Jawaban di Sini!

Titania Isnaenin | 28 April 2025, 09:55 WIB
Ketika Ancaman Non Militer Terjadi di Sebuah Negara, Bagaimana Sikap Bela Negara yang Paling Tepat? Temukan Jawaban di Sini!

AKURAT.CO Ketika ancaman non militer muncul di sebuah negara, sikap bela negara yang tepat sangat penting untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.

Bela negara dalam konteks ini meliputi kesadaran, partisipasi aktif, dan pengabdian sesuai kemampuan profesional setiap warga negara.

Berikut penjelasan terkait memahami makna ancaman non militer dan sikap bela negara yang harus dilakukan.

Memahami Ancaman Non Militer dan Dampaknya

Ancaman non militer adalah bentuk ancaman yang tidak menggunakan kekuatan bersenjata, namun dapat membahayakan kedaulatan negara dan stabilitas nasional.

Ancaman ini meliputi berbagai dimensi seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan keselamatan umum.

Contohnya termasuk radikalisme, penyebaran paham komunisme, korupsi, krisis ekonomi, hingga serangan siber.

Bentuk ancaman non militer bisa datang dari dalam negeri maupun luar negeri, dan kadang bersifat terorganisir.

Misalnya, separatism, provokasi kelompok masyarakat, penyebaran berita hoax, dan kemajuan teknologi yang dimanfaatkan untuk serangan siber.

Konsep dan Prinsip Bela Negara untuk Menghadapi Ancaman Non Militer

Bela negara merupakan hak dan kewajiban konstitusional setiap warga negara Indonesia yang tercantum dalam Pasal 27 ayat 3 UUD 1945.

Bela negara tidak hanya dilakukan lewat bentuk fisik atau militer, tetapi juga lewat sikap nonfisik yang berupa kesadaran, sikap, dan perilaku aktif dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

Prinsip bela negara menghadapi ancaman non militer menempatkan lembaga pemerintahan di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama penanggulangan, dengan dukungan sumber daya nasional lainnya termasuk partisipasi warga negara sesuai profesi masing-masing.

Sikap Bela Negara yang Tepat Saat Ancaman Non Militer

1. Meningkatkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Warga negara harus memahami arti pentingnya persatuan, kesatuan, dan kedaulatan negara serta menghargai nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Kesadaran ini menjadi modal dasar untuk melakukan tindakan bela negara secara nonfisik.

2. Menanamkan Cinta Tanah Air

Rasa cinta tanah air diwujudkan dalam pengabdian tulus kepada bangsa dan negara, menjaga budaya lokal, serta menolak segala bentuk pengaruh asing yang merusak nilai-nilai kebangsaan.

3. Partisipasi Aktif Sesuai Profesi

Bela negara dapat dilakukan sesuai kemampuan dan profesi masing-masing, seperti tenaga medis dalam perang pandemi, tenaga teknologi dalam menghadapi serangan siber, atau aparat hukum dalam menjaga ketertiban dan penegakan hukum.

4. Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Hukum dan Undang-Undang

Mematuhi hukum menjadi bagian penting dari bela negara untuk memastikan ketertiban dan keamanan dalam masyarakat, serta menekan potensi ancaman yang muncul akibat tindakan ilegal seperti korupsi dan kejahatan siber.

5. Pembekalan Mental dan Spiritual

Kekuatan mental dan spiritual warga menjadi penangkal pengaruh budaya asing negatif dan paham radikal yang mengancam ideologi negara.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.