Akurat Logo

Wajib Diketahui! Ini 3 Tantangan Terberat dalam Melakukan Perubahan PMM

Rahmat Ghafur | 25 April 2025, 22:20 WIB
Wajib Diketahui! Ini 3 Tantangan Terberat dalam Melakukan Perubahan PMM

 

AKURAT.CO Transformasi pendidikan lewat Platform Merdeka Mengajar (PMM) membawa banyak harapan, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 

Namun, perubahan ini juga datang dengan tantangan yang tidak ringan bagi para guru.

Mulai dari keterbatasan teknologi, pola pikir lama, hingga kurangnya dukungan lingkungan, semuanya menjadi hambatan nyata dalam proses adaptasi. 

Berikut tiga tantangan terberat yang wajib diketahui saat menerapkan perubahan melalui PMM.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 151 Kurikulum Merdeka Kegiatan 2: Kisah Inspiratif

1. Penyesuaian terhadap Perkembangan Teknologi

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut pendidik untuk terus mengembangkan kompetensinya, khususnya dalam menguasai teknologi. 

Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan salah satu instrumen strategis yang dirancang untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta efektivitas kinerja guru. Namun demikian, tidak semua pendidik memiliki tingkat literasi digital yang memadai.

Bagi sebagian guru, mempelajari fitur-fitur PMM untuk keperluan perencanaan, evaluasi, hingga refleksi pembelajaran dapat menjadi tantangan tersendiri. 

Hambatan teknis, rasa takut melakukan kesalahan, dan keterbatasan perangkat atau akses internet yang stabil, terutama di daerah tertinggal, menjadi persoalan yang nyata.

Oleh karena itu, dibutuhkan program pendampingan dan pelatihan berkelanjutan dari institusi pendidikan dan pemerintah. 

2. Tantangan dalam Merombak Pola Pikir Konvensional

Perubahan dalam sistem pendidikan sering kali dihadapkan pada resistensi yang berasal dari pola pikir dan kebiasaan lama. 

Sebagian guru masih cenderung mempertahankan metode pengajaran tradisional dan belum sepenuhnya siap untuk beralih ke pendekatan yang lebih partisipatif dan berpusat pada siswa, sebagaimana yang diusung oleh Kurikulum Merdeka.

Peralihan ini membutuhkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Namun, padatnya beban kerja kerap kali membuat guru kesulitan untuk meluangkan waktu guna mempelajari pendekatan baru atau menerapkannya dalam proses pembelajaran.

Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan peningkatan kesadaran bahwa perubahan adalah bagian integral dari proses profesionalisasi guru

3. Terbatasnya Dukungan Lingkungan Sekitar

Upaya inovatif yang dilakukan oleh guru dalam mengubah pendekatan pembelajaran tidak selalu mendapatkan respon yang positif dari lingkungan sekitar. 

Tidak jarang, rekan sejawat bersikap skeptis atau kurang apresiatif terhadap metode baru yang diterapkan. Di sisi lain, sebagian orang tua mungkin merasa ragu terhadap pendekatan pembelajaran yang dianggap berbeda dari kebiasaan sebelumnya.

Kurangnya dukungan ini dapat berdampak pada penurunan motivasi guru untuk terus melakukan inovasi. Situasi semakin kompleks jika pihak sekolah tidak menyediakan sarana, waktu, atau penghargaan yang layak terhadap inisiatif yang dilakukan oleh guru.

Strategi untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan membangun komunikasi yang terbuka dan persuasif kepada semua pihak yang terlibat, termasuk orang tua dan siswa. 

Baca Juga: Apa Tujuan Tindak Lanjut yang Ingin Anda Lakukan untuk Meningkatkan Kualitas Praktik Kinerja Anda? Inilah 10 Jawaban PMM atau Ruang GTK untuk Guru

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.