Briket Dapat Mengurangi Sampah, Bagaimana Menurut Pendapatmu? Jelaskan Alasannya

AKURAT.CO Masalah sampah merupakan isu global yang semakin mendesak untuk diatasi.
Salah satu solusi yang menarik perhatian adalah pemanfaatan sampah menjadi briket.
Briket, sebagai bahan bakar alternatif, dinilai dapat mengurangi volume sampah dan memberikan nilai tambah ekonomi.
Artikel ini akan membahas potensi briket dalam mengurangi sampah serta alasan-alasan yang mendukungnya.
Briket sebagai Solusi Pengurangan Sampah
Briket dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi sampah berdasarkan beberapa alasan utama:
-
Mengurangi Volume Sampah di TPA
Sampah organik dan anorganik seperti serbuk gergaji, daun kering, kertas, dan plastik dapat diolah menjadi briket. Hal ini mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). -
Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Pengolahan sampah menjadi briket membantu mengurangi emisi gas metana dari dekomposisi sampah organik di TPA. Metana merupakan gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global lebih tinggi daripada karbon dioksida. -
Menambah Nilai Ekonomi
Produksi briket dari sampah dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Briket juga bisa menjadi bahan bakar alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil. -
Mengurangi Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil
Briket dapat menggantikan batu bara dan minyak bumi, sehingga membantu mengurangi emisi karbon dan dampak negatif terhadap lingkungan.
Jenis Sampah yang Dapat Diolah Menjadi Briket
Beberapa jenis sampah yang dapat diolah menjadi briket antara lain:
-
Sampah Organik: Daun kering, serbuk gergaji, sekam padi, ampas tebu, dan limbah pertanian lainnya.
-
Sampah Anorganik: Kertas bekas, kardus, dan plastik (dengan proses pengolahan tertentu).
Proses Pembuatan Briket dari Sampah
Proses pembuatan briket terdiri dari beberapa tahapan:
-
Pengumpulan dan Pemilahan Sampah – Memilah sampah organik dan anorganik yang bisa digunakan.
-
Pengeringan – Mengurangi kadar air dalam sampah organik.
-
Pencacahan – Memotong sampah menjadi ukuran lebih kecil.
-
Pencampuran dengan Perekat – Menggunakan bahan seperti tepung tapioka atau lem kanji.
-
Pencetakan – Membentuk briket dengan alat press.
-
Pengeringan – Mengeringkan briket hingga kadar airnya rendah.
Baca Juga: Mantap! Desa Sukajaya Binaan Bank Sinarmas Mampu Olah Limbah Peternakan Jadi Briket
Contoh Sukses Pengolahan Sampah Menjadi Briket
Di berbagai daerah, pengolahan sampah menjadi briket telah sukses diterapkan. Misalnya, beberapa desa mengolah sekam padi menjadi briket untuk kebutuhan rumah tangga dan industri kecil.
Inisiatif ini tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Briket memiliki potensi besar dalam mengurangi masalah sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.
Briket mampu mengurangi volume sampah di TPA, menekan emisi gas rumah kaca, menciptakan peluang ekonomi, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dukungan dan implementasi yang tepat akan memungkinkan pengolahan sampah menjadi briket sebagai solusi berkelanjutan untuk lingkungan yang lebih bersih.
Masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta perlu bekerja sama untuk mengembangkan teknologi dan infrastruktur yang mendukung pemanfaatan briket secara luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









