Akurat

Apa yang Dimaksud dengan Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru? Ini Penjelasan Lengkapnya

Naufal Lanten | 11 November 2025, 16:20 WIB
Apa yang Dimaksud dengan Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru? Ini Penjelasan Lengkapnya

 

AKURAT.CO Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 kembali menghadirkan berbagai latihan pemahaman yang bertujuan untuk memperdalam wawasan peserta terhadap nilai-nilai dasar profesi pendidik. Pada Modul 3 Topik 3, salah satu materi yang dibahas adalah kode etik guru, sebuah pedoman moral yang menjadi landasan perilaku dan tanggung jawab seorang pendidik.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam latihan pemahaman modul ini ialah, “Apa yang dimaksud dengan prinsip altruisme dalam kode etik guru?” Meski terdengar sederhana, pertanyaan ini sebenarnya menggambarkan inti dari karakter ideal seorang guru yang seharusnya mendahulukan kepentingan murid di atas kepentingan pribadi.


Soal dan Pilihan Jawaban Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru

Mengutip dari kanal YouTube Pak Guru Wali, berikut redaksi lengkap pertanyaan dan pilihan jawabannya sebagaimana tercantum dalam latihan pemahaman Modul 3 Topik 3 PPG Guru Tertentu 2025:

Pertanyaan:
Apa yang dimaksud dengan prinsip altruisme dalam kode etik guru?

Pilihan Jawaban:
A. Menghormati hakikat ilmu dan batang tubuh pengetahuan, hal ini mencakup metodologi bagaimana pengetahuan diperoleh, proses penyelidikan, pembuktian, dan pengujian kebenaran.
B. Membedakan dan menghormati kepentingan orang yang diajar, hal ini berarti menempatkan kepentingan-kepentingan tersebut di atas kepentingan mereka sendiri.
C. Mengakui saling ketergantungan sosial, hal ini berarti menghindari dan mencegah eksploitasi terhadap satu individu atau kelompok.
D. Menghormati keluarga dan keadaan sosial orang yang diajar, menunjukkan kepekaan terhadap keberagaman, terhadap keberagaman pengaruh dan menghindari stereotip.
E. Melaksanakan dan menerima tanggung jawab atas pengaruh yang mungkin bersifat jangka pendek.

Kunci Jawaban:
B. Membedakan dan menghormati kepentingan orang yang diajar, hal ini berarti menempatkan kepentingan-kepentingan tersebut di atas kepentingan mereka sendiri.


Penjelasan Lengkap Prinsip Altruisme

Secara sederhana, altruisme berarti sikap tidak mementingkan diri sendiri atau berbuat demi kebaikan orang lain. Dalam konteks kode etik guru, prinsip ini menekankan pentingnya guru untuk mendahulukan kebutuhan, kepentingan, dan perkembangan peserta didik di atas kepentingan pribadi.

Guru yang mempraktikkan prinsip altruisme tidak hanya mengajar untuk memenuhi kewajiban profesional, tetapi juga melayani dengan sepenuh hati. Mereka bersedia mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan kenyamanan demi kemajuan muridnya. Dengan begitu, pendidikan tidak sekadar menjadi proses transfer ilmu, melainkan juga bentuk nyata dari kepedulian sosial dan kemanusiaan.

Prinsip ini juga berkaitan erat dengan semangat pengabdian profesi guru. Dalam situasi tertentu, guru sering kali harus menghadapi dilema antara kepentingan pribadi dan tanggung jawab profesi. Di sinilah prinsip altruisme berperan: guru dituntut untuk bersikap bijak dengan menempatkan peserta didik sebagai prioritas utama.


Mengapa Prinsip Altruisme Penting dalam Profesi Guru?

Penerapan prinsip altruisme bukan hanya soal etika, melainkan juga bagian dari pembentukan karakter bangsa. Seorang guru yang tulus dalam mengajar dan peduli terhadap murid akan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inspiratif.

Selain itu, altruisme juga membantu guru menjaga hubungan harmonis dengan murid dan masyarakat. Dengan menempatkan kepentingan murid di atas kepentingan pribadi, guru mampu membangun kepercayaan, rasa hormat, dan teladan moral yang kuat di lingkungan sekolah.

Prinsip ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pendidikan yang berorientasi pada kemanusiaan, sejalan dengan filosofi pendidikan nasional yang menekankan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual.


Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa prinsip altruisme dalam kode etik guru berarti menempatkan kepentingan peserta didik di atas kepentingan pribadi. Guru yang berpegang pada prinsip ini akan selalu bertindak dengan empati, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Melalui penerapan prinsip altruisme, guru tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga membentuk karakter dan nilai kemanusiaan dalam diri peserta didik. Inilah yang menjadi esensi dari profesi guru sejati: mengajar dengan hati dan mengabdi tanpa pamrih.

Kalau kamu sedang mengikuti PPG 2025 dan ingin memahami lebih dalam makna setiap modul, jangan lupa terus pantau update dan pembahasan lengkap seputar latihan pemahaman PPG di AKURAT.CO.

Baca Juga: Apa Itu UKMPPG? Berikut Penjelasan Akurat Mengenai Ujian Penting bagi Calon Guru Profesional dan Syarat Lulusnya

Baca Juga: Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi PPG Calon Guru 2025 dan Jadwal Lengkap Tahap Berikutnya

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan prinsip altruisme dalam kode etik guru?
Prinsip altruisme adalah sikap mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi. Dalam konteks kode etik guru, altruisme berarti guru harus mengutamakan kepentingan dan perkembangan peserta didik dibandingkan kepentingan dirinya sendiri.


2. Mengapa prinsip altruisme penting bagi seorang guru?
Prinsip altruisme penting karena membentuk karakter guru yang peduli, tulus, dan bertanggung jawab. Guru yang menerapkan prinsip ini akan menciptakan lingkungan belajar yang positif serta menumbuhkan rasa percaya dan hormat dari peserta didik.


3. Apa contoh penerapan prinsip altruisme dalam profesi guru?
Contohnya, guru rela meluangkan waktu tambahan untuk membantu siswa yang kesulitan belajar, tanpa pamrih atau tuntutan imbalan. Guru juga menempatkan keberhasilan dan kesejahteraan siswa sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan pembelajaran.


4. Bagaimana prinsip altruisme tercermin dalam kode etik guru Indonesia?
Dalam kode etik guru, prinsip altruisme tercermin pada kewajiban guru untuk menghormati martabat peserta didik, menempatkan kepentingan siswa di atas kepentingan pribadi, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan murid secara moral maupun akademis.


5. Apa kaitan antara prinsip altruisme dengan filosofi pendidikan nasional?
Prinsip altruisme sejalan dengan filosofi pendidikan nasional yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan pengabdian. Dengan berperilaku altruistik, guru turut mewujudkan tujuan pendidikan untuk membentuk manusia yang berkarakter, berempati, dan berakhlak mulia.


6. Siapa sumber yang menjelaskan kunci jawaban prinsip altruisme dalam Modul 3 Topik 3 PPG 2025?
Kunci jawaban dan pembahasan mengenai prinsip altruisme dalam Modul 3 Topik 3 PPG 2025 dihimpun dari kanal YouTube Pak Guru Wali, yang banyak digunakan peserta PPG sebagai referensi belajar dan panduan menjawab soal latihan pemahaman.


7. Apa jawaban yang benar untuk soal “Apa yang dimaksud dengan prinsip altruisme dalam kode etik guru?” pada Modul 3 Topik 3 PPG 2025?
Jawaban yang benar adalah:
B. Membedakan dan menghormati kepentingan orang yang diajar, hal ini berarti menempatkan kepentingan-kepentingan tersebut di atas kepentingan mereka sendiri.


8. Bagaimana cara guru menumbuhkan sikap altruisme dalam diri mereka?
Guru dapat menumbuhkan sikap altruisme dengan membiasakan diri berpikir empatik, berfokus pada kebutuhan murid, berperilaku adil terhadap semua peserta didik, dan menjadikan pengabdian sebagai nilai utama dalam mengajar.


9. Apa dampaknya jika guru tidak menerapkan prinsip altruisme?
Jika guru tidak mengutamakan kepentingan murid, hubungan belajar bisa menjadi kaku dan tidak harmonis. Hal ini dapat menghambat proses pendidikan dan menurunkan kepercayaan siswa terhadap guru sebagai teladan moral.


10. Apa manfaat memahami prinsip altruisme bagi peserta PPG 2025?
Memahami prinsip altruisme membantu peserta PPG menanamkan nilai profesionalisme dan empati sejak awal. Dengan begitu, mereka siap menjadi pendidik yang bukan hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berjiwa pengabdian tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.