Kunci Jawaban Modul 2 Topik 3 PPG 2025: Belajar sebagai Proses yang menyeluruh

AKURAT.CO Dalam pelatihan Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025, topik Experiential Learning atau pembelajaran berdasarkan pengalaman menjadi salah satu materi penting dalam Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE). Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 3 adalah:
“Belajar adalah proses yang menyeluruh, dalam hal ini meliputi ...”
Pilihan jawabannya adalah:
A. Fungsi kognisi, emosi, persepsi dan perilaku
B. Fungsi kognisi dan output
C. Fungsi perilaku, emosi, dan adaptasi
D. Fungsi pengalaman
E. Semua jawaban benar
Kunci Jawaban: A. Fungsi kognisi, emosi, persepsi dan perilaku
Makna Belajar Sebagai Proses yang Menyeluruh
Belajar bukan sekadar menghafal atau memahami teori, tetapi sebuah proses menyeluruh yang melibatkan berbagai fungsi dalam diri manusia. Dalam konteks pembelajaran sosial emosional (PSE), belajar dipahami sebagai proses perubahan perilaku yang terjadi karena interaksi antara individu dan lingkungannya.
Perubahan ini tidak terjadi secara instan. Ia bersifat berkelanjutan, aktif, positif, fungsional, dan terarah. Menurut Wittig, belajar adalah “perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam atau keseluruhan aspek individu.” Sementara itu, Bell Gredler menjelaskan bahwa belajar merupakan “proses perolehan berbagai kompetensi, keterampilan, dan sikap.”
Artinya, proses belajar melibatkan lebih dari sekadar penambahan pengetahuan — ia juga mencakup cara berpikir, merasa, bertindak, dan berinteraksi dengan lingkungan.
Empat Fungsi Utama dalam Proses Belajar
Dalam konteks pertanyaan PPG 2025, keempat fungsi utama yang membentuk proses belajar adalah sebagai berikut:
-
Kognisi: Berkaitan dengan kemampuan berpikir, memahami, mengingat, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan. Ini merupakan inti dari aktivitas belajar, karena semua informasi diproses di ranah ini.
-
Emosi: Emosi menentukan seberapa besar motivasi seseorang untuk belajar. Perasaan senang, tertarik, atau percaya diri bisa meningkatkan semangat belajar, sedangkan rasa takut dan cemas dapat menghambatnya.
-
Persepsi: Melibatkan cara seseorang menerima dan menafsirkan informasi dari lingkungannya. Persepsi memengaruhi bagaimana seseorang memahami konsep baru.
-
Perilaku: Hasil akhir dari proses belajar tercermin melalui perubahan perilaku. Misalnya, siswa yang semula tidak memahami soal matematika kini mampu menyelesaikannya setelah melalui proses belajar.
Aspek-Aspek Belajar dalam Proses Menyeluruh
Selain empat fungsi di atas, teori pembelajaran modern menjelaskan bahwa proses belajar yang menyeluruh melibatkan beberapa aspek penting yang saling berkaitan: kognitif, afektif, psikomotorik, sosial, serta pengalaman dan refleksi.
1. Aspek Kognitif (Kemampuan Intelektual dan Mental)
Ranah kognitif mencakup kemampuan berpikir dan memproses informasi. Dalam evaluasi pembelajaran, aspek ini memiliki enam tingkatan:
-
Pengetahuan: Kemampuan mengenali konsep, prinsip, atau fakta.
-
Pemahaman: Kemampuan memahami makna dan menerapkan materi tanpa menghubungkannya dengan hal lain.
-
Penerapan: Mampu menggunakan teori atau prinsip dalam situasi nyata.
-
Analisis: Kemampuan menguraikan masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
-
Sintesis dan Evaluasi: Menggabungkan berbagai elemen pengetahuan untuk membuat keputusan atau menilai suatu situasi.
Contoh aktivitas yang mencerminkan aspek ini antara lain membaca, memahami konsep baru, dan memecahkan soal.
2. Aspek Afektif (Sikap, Nilai, dan Emosi)
Ranah afektif berhubungan dengan sikap dan motivasi dalam belajar. Perubahan perilaku seringkali dipicu oleh perubahan pada aspek ini — ketika seseorang lebih menghargai nilai, termotivasi secara intrinsik, dan mampu mengekspresikan empati.
Kategori ranah afektif antara lain:
-
Receiving (penerimaan): Mau mendengarkan dan menerima nilai baru.
-
Responding (jawaban): Menunjukkan reaksi aktif terhadap nilai yang diterima.
-
Valuing (penilaian): Memberi makna atau nilai terhadap sesuatu.
-
Organization dan Characterization: Mengorganisasi nilai menjadi sistem pribadi yang konsisten.
Contohnya, peserta didik yang mulai menghargai keberagaman budaya setelah mengikuti pembelajaran lintas budaya.
3. Aspek Psikomotorik (Keterampilan Fisik dan Praktik)
Ranah ini berkaitan dengan koordinasi gerak tubuh dan keterampilan praktis. Proses belajar yang melibatkan psikomotorik biasanya diwujudkan melalui latihan dan pengulangan.
Beberapa contoh aktivitas psikomotorik antara lain:
-
Menulis dan menggambar dengan teknik yang benar
-
Bermain alat musik
-
Melakukan eksperimen laboratorium
-
Mengoperasikan alat atau teknologi dalam pembelajaran
Kemampuan psikomotorik penting karena mempersiapkan individu untuk menghadapi tantangan praktis di dunia nyata.
4. Aspek Sosial (Interaksi dan Kolaborasi)
Belajar juga memiliki dimensi sosial. Proses pembelajaran yang efektif melibatkan interaksi antara peserta didik dan lingkungannya. Melalui interaksi ini, siswa belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan mengembangkan empati.
Kolaborasi dalam kelompok, diskusi kelas, dan proyek berbasis tim adalah contoh nyata bagaimana aspek sosial memperkuat hasil belajar.
5. Pengalaman dan Refleksi
Inilah inti dari Experiential Learning — pembelajaran melalui pengalaman nyata. Melalui pengalaman langsung, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memahami konteks penerapannya.
Setelah mengalami sesuatu, proses refleksi membantu individu menilai pengalaman tersebut, mengenali kekuatan dan kelemahannya, serta menyusun strategi baru agar pembelajaran berikutnya lebih efektif.
Dengan demikian, pengalaman dan refleksi menjadi dua sisi yang tidak terpisahkan dalam proses belajar yang utuh.
Kesimpulan
Belajar adalah proses yang kompleks dan menyeluruh, bukan hanya tentang mengingat teori, melainkan tentang memahami diri dan lingkungan. Dalam pembelajaran sosial emosional (PSE), fungsi kognisi, emosi, persepsi, dan perilaku bekerja secara terpadu untuk menghasilkan perubahan positif dalam diri peserta didik.
Melalui pemahaman akan aspek-aspek belajar — mulai dari kognitif, afektif, psikomotorik, sosial, hingga reflektif — guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual.
Kalau kamu sedang mengikuti PPG 2025 atau ingin memahami lebih dalam tentang Experiential Learning, pantau terus pembaruan modul dan pembahasan kunci jawabannya di platform pendidikan terpercaya agar proses belajarmu makin maksimal.
Baca Juga: Inilah yang Tidak Termasuk ke Dalam Bagian dari EMC²: Kunci Jawaban Modul 2 Topik 2 PPG 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









