Inilah yang Tidak Termasuk ke Dalam Bagian dari EMC²: Kunci Jawaban Modul 2 Topik 2 PPG 2025

AKURAT.CO Apa hal yang tidak termasuk ke dalam bagian dari konsep EMC²? Dalam pelaksanaan Program PPG (Pendidikan Profesi Guru) 2025, para peserta kembali dihadapkan pada latihan soal pemahaman yang membahas Pembelajaran Sosial Emosional (PSE). Salah satu bagian penting dari materi ini adalah mengenai konsep EMC², sebuah kerangka kerja yang dikembangkan untuk memperkuat kemampuan sosial dan emosional pendidik maupun peserta didik di lingkungan belajar.
Banyak guru yang mengikuti PPG di Ruang GTK mencari panduan untuk menjawab soal-soal PSE agar dapat memahami konsepnya secara utuh, bukan sekadar menghafal. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah:
Yang tidak termasuk dari EMC²….
a. Mindfulness
b. Compassion
c. Empathy
d. Critical Inquiry
e. Sympathy
Jawabannya adalah: e. Sympathy
Namun, agar pemahaman lebih mendalam, mari bahas bersama apa sebenarnya yang dimaksud dengan EMC², apa saja komponennya, dan mengapa Sympathy tidak termasuk di dalamnya.
Apa Itu EMC² dalam Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)?
Konsep EMC² pertama kali diperkenalkan oleh UNESCO bersama Mahatma Gandhi Institute of Education for Peace and Sustainable Development (MGIEP). Istilah ini merupakan akronim dari empat kompetensi utama yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan, yaitu:
-
Empathy (Empati)
-
Compassion (Kasih Sayang)
-
Mindfulness (Kesadaran Penuh)
-
Critical Inquiry (Penyelidikan Kritis)
Kerangka ini dirancang untuk membangun lingkungan belajar yang positif, sadar emosi, dan penuh empati, baik di antara guru maupun peserta didik. Dengan menerapkan EMC², proses pembelajaran tidak hanya fokus pada hasil akademik, tetapi juga menumbuhkan keseimbangan antara kognitif, emosional, dan sosial.
Penjelasan Lengkap Setiap Komponen EMC²
Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan dari empat komponen utama EMC² yang menjadi landasan penting dalam Pembelajaran Sosial Emosional (PSE):
1. Empathy (Empati)
Empati adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain, baik secara emosional maupun kognitif. Dalam konteks pendidikan, empati membuat guru lebih peka terhadap situasi peserta didik, memahami kesulitan mereka, dan memberikan dukungan emosional dengan cara yang tepat.
Menurut penelitian Japri dalam Analisis Kaitan Materi pada Mata Kuliah Pembelajaran Sosial Emosional, empati membantu siswa dan guru membangun interaksi yang sehat dan saling menghargai di ruang kelas.
2. Compassion (Kasih Sayang)
Berbeda dengan empati yang lebih menekankan pada pemahaman perasaan orang lain, compassion adalah kemampuan untuk berempati dengan batasan yang sehat. Artinya, guru atau peserta didik mampu memahami penderitaan orang lain, tetapi tetap menjaga keseimbangan emosi agar tidak ikut larut secara berlebihan.
Dengan compassion, seseorang bisa membantu orang lain secara objektif tanpa kehilangan kendali emosional.
3. Mindfulness (Kesadaran Penuh)
Mindfulness berkaitan dengan kesadaran diri dan penerimaan terhadap setiap pengalaman tanpa menghakimi. Dalam dunia pendidikan, hal ini dapat diwujudkan melalui praktik sederhana seperti refleksi diri, pernapasan sadar, atau sekadar menenangkan pikiran sejenak sebelum mengajar atau belajar.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengurangi stres dan meningkatkan fokus, baik bagi guru maupun peserta didik.
4. Critical Inquiry (Penyelidikan Kritis)
Critical inquiry adalah kemampuan berpikir kritis dan reflektif dalam memperoleh, menilai, serta menganalisis informasi. Melalui penyelidikan kritis, guru dan siswa diajak untuk tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga mengevaluasi kebenaran dan relevansinya.
Keterampilan ini menjadi sangat penting di era digital saat informasi berlimpah, namun tidak semuanya akurat.
Mengapa Sympathy Tidak Termasuk dalam EMC²?
Dari kelima pilihan yang diberikan pada soal latihan PPG, Sympathy memang terlihat mirip dengan empati atau compassion, namun secara konsep memiliki perbedaan mendasar.
Sympathy berarti merasakan kasihan atau iba terhadap orang lain, tetapi tanpa benar-benar memahami apa yang dirasakan oleh orang tersebut. Dalam konteks Pembelajaran Sosial Emosional (PSE), hal ini tidak cukup mendukung proses pembelajaran yang reflektif dan berkesadaran karena sifatnya lebih emosional dan pasif.
Sementara itu, EMC² menuntut guru dan peserta didik untuk aktif memahami, menganalisis, dan merespons situasi dengan penuh kesadaran dan refleksi, bukan hanya sekadar merasakan iba. Itulah sebabnya sympathy tidak termasuk dalam kerangka kerja EMC².
Makna dan Manfaat Penerapan EMC² bagi Guru dan Siswa
Menerapkan prinsip EMC² dalam pembelajaran memberikan banyak manfaat nyata di dunia pendidikan. Guru yang menguasai empat kompetensi ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih positif, kondusif, dan manusiawi.
Beberapa manfaat penerapan EMC² di kelas antara lain:
-
Membantu guru memahami kondisi emosional siswa secara lebih mendalam.
-
Membangun rasa saling percaya dan komunikasi yang lebih sehat di kelas.
-
Mendorong siswa berpikir kritis dan reflektif terhadap pengalaman belajar mereka.
-
Menurunkan tingkat stres dan meningkatkan motivasi belajar.
Lebih dari itu, penerapan EMC² juga menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan emosional (well-being) di lingkungan sekolah.
Kesimpulan: EMC² dan Pentingnya Keseimbangan Sosial-Emosional
Secara sederhana, EMC² adalah pondasi utama dalam mengembangkan pembelajaran sosial-emosional yang utuh. Keempat komponen—Empathy, Compassion, Mindfulness, dan Critical Inquiry—membentuk dasar bagi guru dan siswa untuk memahami diri sendiri serta orang lain dengan lebih baik.
Sementara itu, Sympathy tidak termasuk dalam EMC² karena lebih menekankan pada rasa kasihan tanpa keterlibatan pemahaman yang mendalam.
Memahami batasan ini penting agar guru dapat menumbuhkan kompetensi sosial-emosional yang sehat, reflektif, dan berkelanjutan dalam proses belajar-mengajar.
Kalau kamu ingin terus mengikuti pembahasan terbaru seputar PPG 2025 dan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE), pantau terus update lengkapnya hanya di kanal edukasi terpercaya kami.
Baca Juga: Kapan Nilai TKA 2025 Keluar? Cek Jadwal Resmi dan Cara Melihat Hasilnya di Sini!
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan EMC² dalam Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)?
EMC² adalah kerangka kerja yang diperkenalkan oleh UNESCO dan Mahatma Gandhi Institute of Education. Konsep ini mencakup empat kompetensi sosial-emosional utama yang penting dikembangkan dalam dunia pendidikan, yaitu Empathy (Empati), Compassion (Kasih Sayang), Mindfulness (Kesadaran Penuh), dan Critical Inquiry (Penyelidikan Kritis).
2. Apa fungsi utama dari konsep EMC² dalam dunia pendidikan?
Fungsi utama EMC² adalah membantu guru dan peserta didik membangun lingkungan belajar yang positif, empatik, sadar diri, serta mampu berpikir kritis dan reflektif. Dengan mengembangkan keempat kompetensi tersebut, proses belajar menjadi lebih manusiawi dan seimbang antara aspek kognitif, sosial, dan emosional.
3. Mengapa “Sympathy” tidak termasuk dalam EMC²?
Sympathy berarti merasakan iba atau kasihan terhadap orang lain tanpa benar-benar memahami apa yang dirasakan orang tersebut. Dalam konteks PSE, sikap ini dianggap pasif dan tidak cukup mendukung pembelajaran reflektif. Karena itu, sympathy tidak termasuk dalam EMC² yang menekankan pada empati aktif, kesadaran penuh, dan pemikiran kritis.
4. Siapa yang memperkenalkan konsep EMC²?
Konsep EMC² diperkenalkan oleh UNESCO bersama Mahatma Gandhi Institute of Education for Peace and Sustainable Development (MGIEP) sebagai bagian dari upaya global membangun pendidikan berbasis kesadaran sosial dan emosional.
5. Apa saja manfaat penerapan EMC² di lingkungan sekolah?
Penerapan EMC² membantu meningkatkan kesejahteraan emosional, memperkuat hubungan guru dan siswa, mengurangi stres, serta mendorong siswa lebih fokus dan reflektif. Lingkungan belajar pun menjadi lebih inklusif, suportif, dan berorientasi pada pengembangan karakter.
6. Bagaimana contoh penerapan Mindfulness di kelas?
Guru dapat menerapkan mindfulness melalui aktivitas sederhana seperti sesi refleksi harian, latihan pernapasan sadar, atau momen tenang sebelum memulai pelajaran. Cara ini membantu siswa mengelola stres dan meningkatkan konsentrasi selama proses belajar.
7. Apa perbedaan antara Empathy dan Compassion dalam EMC²?
Empathy adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Sementara Compassion melibatkan empati, tetapi dengan batasan yang sehat agar seseorang bisa tetap objektif dan tidak larut secara emosional. Dengan compassion, guru dapat membantu siswa secara efektif tanpa kelelahan emosional (burnout).
8. Apakah EMC² hanya berlaku bagi guru PPG?
Tidak. Walaupun konsep ini dipelajari dalam modul PPG, prinsip EMC² dapat diterapkan oleh semua pendidik, bahkan di luar dunia pendidikan formal. Tujuannya tetap sama: membangun kesadaran diri, empati, dan kemampuan berpikir reflektif dalam setiap interaksi sosial.
9. Apa tujuan latihan soal tentang EMC² dalam Modul 2 Topik 2 PPG?
Latihan soal ini bertujuan mengukur pemahaman guru terhadap konsep Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) dan bagaimana penerapan empat kompetensi EMC² dapat membentuk suasana belajar yang positif, empatik, dan produktif.
10. Di mana peserta PPG bisa mengakses soal dan pembahasan resminya?
Peserta dapat mengakses soal latihan dan pembahasan resmi melalui Ruang GTK atau portal PPG yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Artikel panduan seperti ini hanya berfungsi sebagai referensi dan bahan belajar tambahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









