Akurat

Kenapa Laron Suka Mengerumuni Lampu? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Naufal Lanten | 15 September 2025, 19:47 WIB
Kenapa Laron Suka Mengerumuni Lampu? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

AKURAT.CO Setiap musim hujan tiba, ada satu fenomena yang hampir selalu muncul di sekitar rumah: kawanan laron yang berterbangan mengitari cahaya lampu. Serangga bersayap ini kerap terlihat berkerumun di dekat sumber cahaya, lalu masuk ke dalam rumah dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuni. Pertanyaannya, kenapa laron begitu suka mendatangi cahaya lampu di malam hari?

Fenomena ini sebenarnya punya penjelasan ilmiah dan biologis. Untuk lebih memahaminya, mari kita bahas alasan di balik perilaku unik laron tersebut.


Apa Itu Laron?

Laron, atau dikenal dalam bahasa Inggris sebagai flying termite, merupakan rayap bersayap yang sudah dewasa. Tidak seperti rayap pekerja atau prajurit, laron berasal dari kasta reproduksi yang memiliki tugas penting, yaitu mencari pasangan dan membangun koloni baru.

Dalam satu koloni rayap, jumlah individunya bisa mencapai jutaan ekor. Ketika memasuki musim hujan, rayap dewasa ini akan keluar dari sarang untuk mencari pasangan. Saat itulah laron muncul dalam jumlah banyak, terutama di malam hari, dan terlihat mengelilingi cahaya lampu.


Alasan Laron Tertarik pada Cahaya

Fenomena laron yang selalu mendekati cahaya lampu bukanlah kebetulan. Ada beberapa faktor yang menjelaskan perilaku ini:

1. Laron Bukan Penerbang yang Baik

Laron sebenarnya tidak ahli dalam terbang. Gerakan mereka cenderung lambat, tidak efisien, dan mudah kehilangan arah. Akibatnya, mereka lebih sering bertahan di sekitar sumber cahaya karena sulit menjelajah terlalu jauh dari titik terang.

2. Cahaya Dianggap Sebagai Zona Aman

Bagi laron, cahaya sering kali dipersepsikan sebagai tempat yang lebih aman. Saat merasa terancam oleh predator, mereka cenderung terbang mendekati cahaya buatan seperti lampu rumah untuk mencari perlindungan. Itulah sebabnya, laron kerap terjebak di lampu atau berkerumun di sekitarnya.

3. Cahaya Membantu Navigasi

Teori lain menyebutkan bahwa cahaya berfungsi sebagai penunjuk arah bagi laron. Sama halnya seperti serangga malam lainnya, mereka menggunakan cahaya untuk bernavigasi mencari pasangan maupun sumber makanan. Tak heran, baik lampu pijar maupun lampu LED sama-sama bisa menarik perhatian laron.


Hubungan Laron, Musim Hujan, dan Reproduksi

Kemunculan laron paling banyak terjadi saat musim hujan. Kondisi tanah yang basah dan udara yang lembap menjadi sinyal alami bagi rayap bersayap untuk keluar dari sarang.

Di malam hari, laron jantan dan betina akan mencari pasangan di sekitar cahaya lampu. Setelah menemukan pasangan, mereka melakukan proses perkawinan, lalu melepaskan sayapnya—proses ini disebut dewinging. Pasangan yang berhasil bertemu kemudian mencari lokasi baru untuk membangun koloni, biasanya di tanah lembap atau di dekat sumber kayu.

Fakta menariknya, seekor ratu rayap mampu menghasilkan hingga puluhan ribu telur dalam sehari. Artinya, momen kawin laron yang kita lihat di sekitar lampu adalah awal dari terbentuknya koloni rayap baru.


Faktor Lain yang Menarik Perhatian Laron

Selain cahaya, ada beberapa hal lain yang membuat laron tertarik:

  • Sumber makanan: kayu, pohon mati, atau tanaman tertentu.

  • Sumber air: kelembapan di sekitar rumah, seperti dekat kolam atau saluran air.

  • Celah masuk: pintu, jendela, atau retakan kecil di dinding yang bisa menjadi jalan masuk ke dalam rumah.

Kombinasi faktor-faktor ini membuat laron betah berada di sekitar hunian manusia, terutama saat musim hujan.


Cara Mengusir Laron dari Rumah

Kehadiran laron dalam jumlah banyak tentu bisa mengganggu. Peneliti Pusat Riset Biologi BRIN, Sih Kahono, pernah menjelaskan bahwa cara paling sederhana untuk mengusir laron adalah dengan memadamkan lampu atau menutup rapat pintu dan jendela agar mereka tidak bisa masuk.

Selain itu, ada beberapa cara praktis yang bisa dicoba:

  • Menaruh wadah berisi air di bawah cahaya lampu agar laron terjebak.

  • Menyemprotkan cairan sabun cuci piring yang membuat laron tidak bisa terbang.

  • Menggunakan minyak jeruk atau air cuka untuk mengusir mereka.

  • Memanfaatkan cabai yang mengandung capsaicin, yang bisa mengiritasi tubuh laron.

Cara-cara ini efektif membantu mengurangi jumlah laron yang masuk rumah tanpa harus selalu mematikan lampu.


Kesimpulan

Laron mengerumuni cahaya lampu bukan tanpa alasan. Perilaku ini berkaitan dengan insting reproduksi mereka, navigasi alami sebagai serangga nokturnal, serta kebutuhan untuk mencari pasangan dan membangun koloni baru. Musim hujan menjadi waktu paling ideal bagi laron untuk berkembang biak, sehingga tidak heran jika jumlah mereka meningkat drastis pada malam-malam tertentu.

Jika keberadaan laron terasa mengganggu, ada banyak cara mudah untuk mengusir mereka. Namun, memahami siklus hidup dan perilakunya juga bisa membuat kita lebih bijak dalam menghadapinya.

Kalau kamu sering penasaran dengan fenomena alam atau kehidupan hewan sehari-hari seperti ini, jangan lewatkan update menarik lainnya di situs kami.


Baca Juga: Kenapa Cicak Dianjurkan untuk Dibunuh dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Baca Juga: Kenapa Suhu Gurun Bisa Sangat Ekstrem di Malam Hari

FAQ

1. Kenapa laron suka mendekati lampu di malam hari?
Laron tertarik pada cahaya karena naluri alaminya sebagai serangga nokturnal. Cahaya dianggap sebagai zona aman, alat navigasi, sekaligus tempat ideal untuk mencari pasangan saat musim kawin.

2. Apakah laron hanya muncul saat musim hujan?
Ya, kemunculan laron paling sering terjadi pada musim hujan. Kondisi tanah yang basah dan udara lembap menjadi sinyal bagi rayap bersayap ini untuk keluar dari sarang dan mencari pasangan.

3. Apakah laron berbahaya bagi manusia?
Secara langsung, laron tidak berbahaya bagi manusia. Namun, setelah melepas sayapnya, laron akan berubah menjadi rayap pekerja atau ratu rayap yang bisa merusak kayu, perabot rumah, hingga struktur bangunan.

4. Mengapa laron melepaskan sayapnya setelah mendekati lampu?
Proses pelepasan sayap atau dewinging terjadi setelah laron menemukan pasangan. Setelah itu, mereka mencari tempat baru untuk bersarang dan membentuk koloni rayap baru.

5. Bagaimana cara mengusir laron dari rumah tanpa mematikan lampu?
Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain: menaruh wadah berisi air di bawah cahaya lampu, menyemprot laron dengan cairan sabun, menggunakan minyak jeruk atau air cuka, hingga memanfaatkan cabai sebagai pengusir alami.

6. Apakah semua jenis rayap bisa terbang seperti laron?
Tidak. Hanya rayap dari kasta reproduksi yang memiliki sayap dan bisa terbang. Mereka inilah yang kita kenal sebagai laron.

7. Kenapa laron sering masuk ke dalam rumah?
Selain tertarik pada cahaya, laron juga bisa masuk ke rumah melalui celah kecil di pintu, jendela, atau retakan dinding. Mereka mencari tempat baru yang lembap dan dekat dengan sumber kayu untuk membangun koloni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.