Anak Autis Masuk Sekolah Umum, Ini Persiapan yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

AKURAT.CO Masuk ke sekolah umum bisa menjadi tantangan tersendiri bagi anak dengan spektrum autisme.
Banyak orang tua merasa cemas tentang kemampuan anak beradaptasi dengan lingkungan baru, mengikuti aturan kelas, hingga berinteraksi dengan teman sebaya.
Namun, dengan persiapan yang tepat, anak autis tetap dapat menyesuaikan diri dan berkembang secara optimal di sekolah umum. Berikut hal-hal penting yang perlu diperhatikan orang tua.
Kenali Tanda Anak Autis Siap Masuk Sekolah Umum
Sebelum mendaftarkan anak dengan spektrum autisme ke sekolah umum, orang tua perlu memastikan bahwa anak benar-benar siap secara kognitif, emosional, dan sosial.
Berikut beberapa indikator kesiapan anak:
1. Tingkat Kecerdasan Anak (IQ di Atas 70)
Anak autis dengan IQ di atas 70 umumnya memiliki kemampuan kognitif yang cukup untuk mengikuti sistem pembelajaran di sekolah umum.
Sementara itu, anak dengan IQ di bawah 70 biasanya membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih individual, seperti di sekolah khusus.
Oleh karena itu, konsultasi dengan psikolog atau dokter tumbuh kembang sangat disarankan untuk mendapatkan hasil evaluasi yang akurat.
2. Kemampuan Komunikasi dan Perilaku Sosial
Kesiapan anak juga terlihat dari kemampuannya berkomunikasi dan berinteraksi, seperti mampu merespons lawan bicara, memahami instruksi sederhana, serta menunjukkan perilaku sosial yang cukup baik.
Selain itu, anak sebaiknya sudah memiliki kontrol perilaku dasar, seperti tidak bersikap agresif atau melukai orang lain, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan dinamika kelas.
Baca Juga: Cara Melatih Fokus Anak Autis agar Lebih Mudah Berkonsentrasi
3. Kemauan dan Minat untuk Belajar
Anak yang menunjukkan rasa ingin tahu serta antusias mengikuti kegiatan belajar menandakan kesiapan mental untuk bersekolah.
Orang tua dapat mengamati apakah anak tertarik pada aktivitas seperti membaca, menggambar, atau bermain edukatif. Kemampuan duduk tenang selama 10–15 menit juga menjadi indikator berkembangnya fokus belajar.
4. Kemandirian dan Regulasi Emosi
Selain kemampuan akademik, anak juga perlu memiliki kemandirian dasar, seperti makan sendiri, melepas sepatu, atau pergi ke toilet dengan bantuan minimal.
Kemampuan mengatur emosi juga penting, misalnya anak dapat ditenangkan ketika marah, cemas, atau mengalami perubahan rutinitas. Hal ini menandakan kesiapan anak menghadapi lingkungan sekolah.
Memilih Sekolah Umum yang Tepat untuk Anak Autis
Menentukan sekolah yang tepat merupakan langkah krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak dengan spektrum autisme. Pemilihan sekolah sebaiknya dilakukan secara cermat dan tidak terburu-buru.
Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
1. Pastikan Lingkungan Sekolah Ramah Anak Autis
Sekolah yang ramah autisme adalah sekolah yang menerima keberagaman, menghargai perbedaan, serta memiliki kebijakan anti-diskriminasi.
Lingkungan yang suportif membantu anak merasa aman, diterima, dan terhindar dari perundungan. Orang tua dapat menilai sikap sekolah terhadap anak berkebutuhan khusus serta kesiapan guru dalam mendampingi mereka.
2. Sesuaikan dengan Kondisi dan Kemampuan Anak
Tidak semua anak autis memiliki kebutuhan yang sama. Anak dengan autisme ringan dan kemampuan kognitif baik umumnya dapat mengikuti sekolah umum.
Sementara itu, anak dengan autisme sedang hingga berat, atau dengan hambatan komunikasi dan perilaku yang signifikan, mungkin lebih cocok mengikuti pendidikan di SLB atau homeschooling.
Sebelum masuk sekolah umum, anak sebaiknya menjalani terapi terlebih dahulu untuk melatih kemampuan sosial, kemandirian, dan regulasi emosi.
Baca Juga: Power Bank Cepat Habis? Ini Penyebab dan Solusinya
3. Perhatikan Fasilitas dan Dukungan Sekolah
Pastikan sekolah memiliki fasilitas dan dukungan yang memadai, seperti:
-
Guru pendamping atau shadow teacher
-
Ruang tenang untuk anak yang mengalami overstimulasi
-
Program pembelajaran yang fleksibel dan menyesuaikan kemampuan anak
Sekolah dengan tenaga pendidik terlatih akan lebih siap mendukung kebutuhan khusus anak autis.
4. Pertimbangkan Sekolah Negeri atau Swasta
Sekolah negeri umumnya menerima anak berkebutuhan khusus dengan kuota terbatas dan fasilitas yang bervariasi.
Sementara sekolah swasta biasanya menyediakan dukungan lebih lengkap, seperti guru khusus dan pendamping psikolog, namun umumnya hanya menerima anak dengan autisme ringan hingga sedang.
Yang terpenting, pilih sekolah berdasarkan kesesuaian dengan kebutuhan anak, bukan semata faktor biaya atau popularitas sekolah.
5. Lakukan Observasi dan Komunikasi Langsung
Sebelum menentukan pilihan, orang tua disarankan mengunjungi sekolah secara langsung. Amati suasana kelas, interaksi guru dengan siswa, serta kesiapan staf sekolah.
Diskusikan metode pembelajaran, bentuk pendampingan, dan kebijakan sekolah terkait pendidikan inklusif agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Anak dengan spektrum autisme memiliki peluang untuk berkembang di sekolah umum jika didukung dengan persiapan yang matang, lingkungan yang ramah, serta kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah.
Pemilihan sekolah yang tepat akan membantu anak belajar, bersosialisasi, dan membangun kepercayaan diri secara optimal.
Baca Juga: Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran Rumah, Ini Cara Mencegahnya
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










