Beberapa Peringatan yang Perlu Diperhatikan Jika Hobi Membaca

Kenapa warna bisa bikin mata kita nyaman atau justru cepat capek?
Pernah nggak, baca teks lama-lama terus mata rasanya panas, berat, atau mulai buram? Padahal cuma baca kok. Ternyata, bukan cuma durasi membaca yang berpengaruh kombinasi warna teks dan background juga punya peran besar. Ada warna yang bikin tulisan jelas dan enak dilihat, tapi ada juga yang bikin mata bekerja dua kali lebih keras sampai akhirnya lelah.
Warna seperti apa yang paling ramah untuk membaca?
Secara umum, mata manusia paling nyaman ketika melihat kontras yang pas. Contohnya teks hitam atau abu tua di atas background putih lembut. Bisa juga putih di atas abu-abu gelap. Intinya tulisannya jelas, tapi background-nya nggak terlalu menyilaukan. Warna soft seperti krem, ivory, atau abu terang biasanya lebih ramah dibanding putih yang terlalu “terang benderang”.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 46: 7 Langkah agar Membaca Selezat Mengudap
Kalau kontras terlalu tinggi, apakah selalu bagus?
Nggak juga. Kontras yang terlalu ekstrem misalnya putih sangat terang dengan font hitam super pekat memang jelas, tapi kalau digabung dengan layar yang brightness-nya tinggi, mata bisa cepat lelah. Apalagi kalau font-nya tipis atau kecil. Jadi selain warna, ketebalan font, jarak antar huruf, dan pencahayaan layar juga berpengaruh.
Warna apa saja yang sebaiknya dihindari untuk teks utama?
Teks berwarna cerah di atas background cerah itu musuh utama mata. Misalnya kuning terang di atas putih, atau hijau muda di atas krem. Lalu warna yang “tabrakan” seperti merah cerah di atas biru tua juga bikin mata susah fokus. Termasuk juga warna neon, apalagi kalau dipakai sebagai teks kecil dijamin bikin cepat pegal.
Dark mode itu selalu lebih nyaman?
Belum tentu. Banyak orang suka dark mode karena terasa adem di mata, terutama di ruangan gelap. Tapi teks putih cerah di atas hitam pekat bisa bikin efek halo (tepi terang di sekitar huruf), sehingga mata perlu fokus ekstra. Biasanya yang paling nyaman itu abu muda di atas abu gelap atau navy gelap, bukan putih murni di hitam murni.
Jadi, warna apa yang bisa dibilang “aman” untuk membaca lama?
Pilihan yang biasanya paling ramah untuk mata antara lain:
- Hitam / abu tua di atas putih lembut atau krem
- Putih di atas abu-abu gelap
- Navy tua di atas putih
- Abu tua di atas ivory
Kuncinya ada di kontras yang cukup, bukan berlebihan.
Mata juga butuh istirahat, bukan cuma warna yang diatur
Walaupun warna sudah benar, membaca terlalu lama tetap bisa bikin capek. Coba pakai aturan sederhana: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek jauh selama 20 detik. Ini bantu mata “reset” sebentar sebelum lanjut membaca lagi.
Warna layar dan dunia belajar ternyata saling nyambung juga
Kalau dipikir-pikir, hal sederhana seperti pemilihan warna aja bisa ngaruh ke cara kita memahami informasi. Makanya, pas kita belajar atau cari materi, penting banget memilih sumber bacaan yang jelas dan mudah dipahami, baik dari isi maupun tampilannya. Apalagi kalau materinya diambil dari sumber yang terpercaya supaya informasi yang kita baca juga aman.
Komunikasi pun harus tetap nyaman untuk semua orang, tidak hanya lewat warna
Selain urusan tampilan bacaan, dunia komunikasi juga berkembang supaya makin inklusif. Misalnya untuk teman-teman yang menggunakan bahasa isyarat, sekarang ada layanan interpretasi yang membantu agar komunikasi tetap lancar di berbagai situasi. Banyak di antaranya yang menjadi link populer karena membantu banyak orang tetap terhubung tanpa hambatan.
Intinya, warna bukan cuma soal estetika tapi tentang kenyamanan mata
Kalau warna yang dipilih pas, membaca jadi lebih santai dan pikiran juga lebih fokus. Tapi kalau kombinasi warnanya “berantem”, mata yang jadi korban. Jadi, mulai sekarang, coba lebih perhatian sama warna teks dan background saat membaca kecil sih, tapi dampaknya kerasa banget. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







