Akurat

Strategi Efektif Membantu Anak Autis Mau Berbicara

Eko Krisyanto | 8 Januari 2026, 00:00 WIB
Strategi Efektif Membantu Anak Autis Mau Berbicara

AKURAT.CO Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) kerap menghadapi tantangan dalam kemampuan berbicara dan mengekspresikan diri secara lisan.

Meski demikian, dengan pendekatan yang tepat, konsisten, dan penuh empati, kemampuan komunikasi anak autis dapat berkembang secara bertahap.

Berikut sejumlah strategi yang dapat diterapkan orang tua dan pendamping untuk membantu anak autis mau berbicara.

Mengapa Anak Autis Mengalami Kesulitan Berbicara?

Anak dengan ASD umumnya mengalami hambatan dalam memahami bahasa verbal maupun nonverbal, seperti gestur, ekspresi wajah, dan intonasi suara.

Tingkat kemampuan berbicara sangat bervariasi, mulai dari tidak berbicara sama sekali hingga mampu berbicara lancar tetapi kesulitan memahami konteks sosial.

Dilansir dari Nurturepods, gangguan bicara pada anak autis dipengaruhi oleh sensitivitas sensorik, kesulitan perencanaan motorik, serta hambatan komunikasi sosial.

Faktor-faktor ini membuat anak lebih sulit memproses ujaran, mengatur artikulasi, dan menafsirkan isyarat sosial.

Cara Membuat Anak Autis Mau Berbicara

1. Gunakan Topik yang Disukai Anak

Libatkan minat anak, seperti mainan atau karakter favorit, agar mereka lebih tertarik berkomunikasi. Ciptakan lingkungan yang tenang, minim gangguan, dan gunakan kalimat sederhana.

Baca Juga: Kesiapan Aparat Kunci Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

2. Ajak Anak Bermain dan Berinteraksi

Mengutip Autism Speaks, bermain merupakan sarana efektif untuk melatih komunikasi. Pilih permainan yang menyenangkan dan melibatkan interaksi sosial, seperti bernyanyi, membaca lagu anak, atau permainan sederhana.

3. Beri Waktu untuk Merespons

Berikan jeda agar anak memiliki kesempatan bereaksi, baik lewat suara, gerakan, atau ekspresi. Respons yang tepat dan cepat akan membantu anak memahami bahwa upaya komunikasinya bermakna.

4. Gunakan Bahasa Sederhana dan Jelas

Mulai dari satu kata, lalu tingkatkan menjadi frasa pendek. Terapkan metode “one-up” dan kombinasikan dengan gerakan atau visual untuk memperjelas makna.

5. Manfaatkan Bahasa Verbal dan Nonverbal

Gunakan gestur sederhana seperti menunjuk atau bertepuk tangan. Respons positif akan mendorong anak untuk terus mencoba berinteraksi.

6. Gunakan Bahasa Visual

Media visual dapat membantu memperkenalkan kosakata, menyusun rutinitas harian, dan memperkuat komunikasi dua arah pada anak autis.

7. Ajak Anak Bernyanyi

Musik membantu anak mengeksplorasi suara dan nada dengan cara menyenangkan. Lagu anak yang familiar dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif.

8. Gunakan Cerita Sosial dan Bermain Peran

Dirangkum dari Luxai.com, cerita sosial, pemodelan video, dan bermain peran membantu anak memahami situasi sosial, sudut pandang orang lain, serta cara merespons secara tepat.

9. Berikan Apresiasi

Setiap usaha komunikasi, sekecil apa pun, perlu dihargai. Apresiasi akan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anak untuk berkomunikasi.

10. Bersabar dan Konsisten

Anak autis membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami dan merespons. Pendekatan yang sabar, konsisten, dan disesuaikan dengan karakter anak menjadi kunci utama.

Pada intinya, membantu anak autis mau berbicara bukan tentang memaksa, melainkan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung.

Baca Juga: DPR Minta Polri Usut Tuntas Teror terhadap Influencer dan Aktivis

Dengan pendekatan yang tepat—melalui bermain, bernyanyi, bahasa sederhana, serta apresiasi—anak dapat belajar bahwa komunikasi adalah pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

Setiap kemajuan kecil merupakan langkah besar menuju kemandirian dan kepercayaan diri anak.

Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.