Pentingya Menerapkan Rutinitas Harian untuk Anak yang Dianjurkan Pakar Parenting

AKURAT.CO Mengatur rutinitas anak sering kali terdengar sepele, padahal dampaknya sangat besar untuk tumbuh kembang mereka.
Rutinitas harian membantu anak memahami apa yang harus dilakukan, kapan waktunya bermain, belajar, makan, hingga tidur. Anak pun jadi lebih tenang karena harinya terasa teratur.
Para pakar parenting sepakat bahwa rutinitas bukan soal mengatur anak dengan ketat, melainkan memberi anak rasa aman dan kebiasaan baik sejak dini.
Artikel ini membahas secara lengkap apa itu rutinitas anak, mengapa penting, serta cara menyusunnya dengan efektif menurut para pakar.
Apa Itu Rutinitas Anak?
Rutinitas anak adalah kegiatan harian yang dilakukan secara berulang dan konsisten, misalnya bangun pagi, sarapan, mandi, bermain, belajar, hingga tidur malam.
Ketika kegiatan ini dilakukan di waktu yang hampir sama setiap hari, anak akan lebih mudah memahami alur harinya.
Dengan rutinitas, anak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Hal ini membuat mereka tidak mudah rewel, cemas, atau bingung.
Kenapa Rutinitas Penting untuk Anak?
1. Anak Jadi Lebih Tenang dan Merasa Aman
Anak merasa nyaman ketika harinya bisa diprediksi. Mereka tidak mudah kaget atau stres karena tahu apa yang akan dilakukan setelah ini. Rasa aman ini penting untuk perkembangan emosi anak.
2. Melatih Anak Jadi Lebih Mandiri
Rutinitas membantu anak belajar melakukan hal-hal kecil sendiri, seperti membereskan mainan, cuci tangan sebelum makan, atau bersiap tidur. Lama-kelamaan, anak jadi terbiasa dan tidak selalu harus disuruh.
3. Membantu Anak Disiplin Tanpa Marah-marah
Dengan jadwal yang jelas, anak tahu kapan waktunya bermain dan kapan harus berhenti. Ini membuat aturan terasa lebih adil dan tidak berubah-ubah, sehingga anak lebih mudah patuh.
4. Baik untuk Kesehatan Anak
Jadwal makan dan tidur yang teratur membantu anak tumbuh lebih sehat. Anak yang cukup tidur biasanya lebih fokus, tidak gampang cranky, dan punya energi yang stabil sepanjang hari.
5. Mengurangi Perilaku Rewel
Anak sering rewel bukan karena nakal, tapi karena capek, lapar, atau bingung. Rutinitas membantu mencegah hal ini karena kebutuhan anak terpenuhi dengan waktu yang teratur.
Struktur Rutinitas Anak yang Disarankan Pakar
Pakar parenting menyarankan rutinitas yang seimbang antara kebutuhan fisik, sosial, dan emosional anak.
Berikut gambaran struktur rutinitas yang umum dianjurkan:
1. Bangun Pagi dan Sarapan
Mulai hari dengan bangun di waktu yang sama setiap pagi, kemudian sarapan untuk memberi energi. Ini memberi sinyal kepada tubuh bahwa hari telah dimulai dan fokus bisa dialihkan ke kegiatan produktif.
2. Belajar dan Bermain Terstruktur
Anak usia dini membutuhkan kombinasi free play dan kegiatan belajar. Belajar bisa berupa membaca buku bersama, menulis, belajar angka, sedangkan bermain melibatkan aktivitas fisik atau permainan imajinatif yang merangsang perkembangan otak.
3. Istirahat dan Naps bagi Usia Kecil
Anak usia balita dan prasekolah masih memerlukan waktu tidur siang sebagai bagian dari rutinitas karena ini penting untuk pertumbuhan dan kemampuan kognitif mereka.
4. Makan Siang dan Sore yang Konsisten
Anak perlu makan di waktu yang sama setiap hari agar metabolisme tubuhnya stabil dan mereka tidak merasa lapar secara tidak teratur.
5. Menjelang Tidur Malam
Untuk anak usia dini, rutinitas anak sebelum tidur bisa mencakup mandi, membaca buku cerita, dan doa atau aktivitas tenang lainnya agar tidur malam lebih nyenyak dan berkualitas.
Cara Menerapkan Rutinitas agar Anak Mau Mengikuti
Mulailah dari yang paling dasar, seperti jam tidur dan jam makan. Jangan langsung membuat jadwal yang terlalu padat karena anak butuh waktu untuk beradaptasi.
Libatkan anak saat membuat rutinitas. Misalnya, biarkan anak memilih mau membaca buku atau mendengarkan cerita sebelum tidur. Ini membuat anak merasa dihargai.
Gunakan pengingat visual seperti gambar atau jadwal warna-warni agar anak lebih mudah memahami urutan kegiatan.
Yang paling penting, orang tua perlu konsisten. Jika hari ini boleh begadang, besok dimarahi karena tidur malam, anak akan bingung. Namun, tetap fleksibel jika ada kondisi khusus, seperti liburan atau acara keluarga.
Rutinitas harian sangat dianjurkan oleh pakar parenting karena membantu anak merasa aman, belajar mandiri, lebih disiplin, dan tumbuh dengan kebiasaan yang baik.
Rutinitas bukan untuk mengekang anak, tetapi untuk memberi pegangan agar hari-harinya terasa lebih teratur dan nyaman.
Dengan rutinitas yang konsisten, anak bukan hanya lebih mudah diatur tapi juga lebih bahagia dan percaya diri.
FAQ
1. Apa rutinitas yang baik untuk anak-anak?
Tetapkan waktu tidur yang wajar untuk memastikan mereka mendapatkan cukup tidur. Gunakan bagan bergambar untuk menggambarkan rutinitas pagi.
Ini dapat mencakup tugas-tugas seperti menyikat gigi, berpakaian, dan sarapan. Jadwal visual membantu anak-anak tetap pada jalurnya tanpa perlu orang tua untuk menunjukkan jalannya.
2. Kegiatan parenting itu apa saja?
Kegiatan parenting itu terdapat pertemuan orang tua (KPO), keterlibatan orang tua di kelas (KOK), partisipasi orang tua dalam acara bersama (KODAB), hari konsultasi orang tua (HKO), serta kegiatan kunjungan rumah.
3. Bagaimana cara parenting yang baik?
Pola asuh yang baik dapat dilakukan dengan memberi contoh sikap positif, menjalin komunikasi yang terbuka, menyediakan waktu berkualitas, menetapkan aturan yang jelas, melatih kemandirian serta tanggung jawab anak, dan memberi dukungan emosional secara seimbang agar anak tumbuh percaya diri, berkarakter kuat, dan merasa aman.
4. Bagaimana seharusnya rutinitas anak berusia 10 tahun?
Rutinitas anak usia 5-10 tahun dapat mencakup kegiatan pagi seperti bangun tidur, berganti pakaian, menggosok gigi, sarapan, menyiapkan perlengkapan sekolah, lalu bersiap berangkat.
Sementara itu, rutinitas sepulang sekolah bisa berupa merapikan isi tas, makan camilan, bermain atau bersosialisasi dengan teman, serta mengerjakan anak pekerjaan rumah dan tugas sekolah.
Laporan: Amalia Febriyani/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









