Anak Susah Bangun Pagi? Ini Penyebab dan Solusinya

AKURAT.CO Anak susah bangun pagi menjadi keluhan banyak orang tua, terutama saat anak harus bersiap sekolah.
Kebiasaan bangun terlambat tidak hanya memengaruhi kedisiplinan, tetapi juga konsentrasi dan suasana hati anak sepanjang hari.
Lalu, apa penyebab anak sulit bangun pagi dan bagaimana solusi yang efektif? Artikel ini membahas penjelasan dan langkah praktis yang bisa diterapkan di rumah.
Baca Juga: Tips Produktif Saat Jeda Waktu Dan Aktivitas Setelah Bangun Pagi
Penyebab Anak Susah Bangun Pagi
Beberapa faktor umum yang membuat anak sulit bangun pagi antara lain:
1. Kurang Tidur Kronis
Anak usia 6-12 tahun idealnya membutuhkan 9-11 jam tidur per malam. Namun, banyak anak hanya tidur 7-8 jam akibat penggunaan gawai berlebihan yang akan mengganggu hormon melatonin akibat cahaya biru layar atau bisa juga dikarenakan jadwal harian yang terlalu padat.
2. Lingkungan Tidur Tidak Nyaman
Cahaya yang terlalu terang, suara bising, atau suhu kamar yang panas dapat mengganggu kualitas tidur anak, meski durasi tidurnya cukup.
3. Gadget dan Pola Makan Malam
Penggunaan gadget sebelum tidur serta konsumsi makanan berat di malam hari membuat anak sulit rileks dan susah tidur nyenyak, sehingga bangun pagi terasa lebih berat.
Solusi Mengatur Pola Tidur Anak
Langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah memperbaiki pola tidur secara konsisten.
- Tetapkan jadwal tidur yang sama setiap hari, idealnya antara pukul 20.00-22.00 agar anak bisa bangun pukul 06.00 dengan istirahat cukup.
- Hentikan penggunaan gadget minimal 1 jam sebelum tidur.
- Ganti aktivitas malam dengan kegiatan tenang seperti membaca buku, berdoa, atau sikat gigi bersama.
- Pastikan kamar tidur gelap, sejuk, dan tenang untuk mendukung tidur berkualitas.
Teknik Membangunkan Anak dengan Cara Lembut
Cara membangunkan anak juga berpengaruh besar pada kesiapan mereka memulai hari.
- Bangunkan anak 15 menit lebih awal untuk menghindari drama pagi.
- Gunakan alarm bertahap dengan suara lembut atau musik pelan.
- Beri waktu “5 menit lagi,” tetapi tetap konsisten dengan batasnya.
- Sentuhan lembut seperti membelai rambut jauh lebih efektif dibanding membentak atau menarik selimut.
Membangun Kebiasaan Bangun Pagi Jangka Panjang
Agar anak terbiasa bangun pagi, kebiasaan ini perlu dilatih secara bertahap.
- Ajari anak menggunakan alarm sendiri dan jelaskan manfaat bangun pagi.
- Terapkan rutinitas pagi menyenangkan, seperti gerak lagu atau olahraga ringan.
- Lakukan secara konsisten, termasuk saat akhir pekan.
- Berikan pujian atas keberhasilan kecil untuk meningkatkan motivasi anak
Baca Juga: Jangan Sepelekan, Bangun Pagi Bisa Bawa Kamu Jadi Orang Sukses Lho!
Tips Tambahan untuk Orang Tua
Jika anak tetap sulit bangun pagi meski pola tidur sudah diperbaiki, orang tua bisa mempertimbangkan pemeriksaan medis, seperti anemia atau gangguan tidur.
Libatkan anak dalam diskusi agar dia merasa dihargai dan lebih mudah diajak bekerja sama.
Yang tidak kalah penting, orang tua harus menjadi teladan dengan membiasakan diri bangun pagi.
Konsistensi selama sekitar 21 hari dapat membantu kebiasaan ini terbentuk secara permanen.
Anak susah bangun pagi bukan semata soal malas, melainkan berkaitan erat dengan pola tidur dan rutinitas harian.
Dengan pendekatan yang lembut, konsisten, dan penuh contoh positif dari orang tua, kebiasaan bangun pagi dapat dibentuk secara alami dan mendukung tumbuh kembang anak.
Vidhia Ramadhanti (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








