Strategi Mengatasi Tantrum dan Melatih Perilaku Positif pada Anak Down Syndrome

AKURAT.CO Mengasuh anak Down Syndrome (DS) tidak hanya tentang merawat fisik dan perkembangan motoriknya, namun yang menjadi salah satu tantangan besarnya adalah tantrum.
Artikel ini membahas penyebab tantrum pada DS, bagaimana mendukung perkembangan melalui terapi dan pengasuhan tepat, hingga strategi untuk mendidik anak DS agar berperilaku baik dan tumbuh optimal.
1. Faktor anak Down Syndrome mudah tantrum atau meltdown
Anak DS memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda, termasuk keterlambatan bicara, kontrol emosi yang belum matang, dan kepekaan sensorik yang lebih tinggi dibanding anak lain.
Anak DS sering mengalami sensory meltdown, yaitu kondisi saat terlalu banyak rangsangan sensorik masuk ke indera anak dan membuat anak kewalahan sehingga meledak dalam bentuk tantrum.
Contohnya seperti suara keras di ruangan baru, perubahan rutinitas secara mendadak, makanan dengan tekstur asing, atau saat anak tidak mampu menyampaikan keinginannya secara verbal sehingga memicu ledakan emosional.
2. Terapi dan penanganan dasar untuk anak Down Syndrome
Orang tua berperan penting, tidak hanya sebagai pengasuh fisik, tetapi juga sebagai mediator antara anak dan lingkungan.
Dengan kombinasi terapi dan dukungan keluarga yang konsisten, anak DS dapat mencapai potensi terbaiknya.
● Terapi fisik (fisioterapi): memperkuat otot, membantu perkembangan motorik kasar dan postur tubuh.
● Terapi wicara dan bahasa: membantu anak belajar berbicara, memahami instruksi, serta mengurangi frustasi karena tidak bisa berkomunikasi dengan baik.
● Terapi okupasi: membantu anak belajar aktivitas sehari-hari, memperbaiki koordinasi motorik halus.
● Terapi perilaku/emosi: membantu anak mengelola emosinya, respons terhadap frustasi, dan mengubah perilaku yang merugikan.
3. Strategi mendidik anak Down Syndrome agar berperilaku baik
● Bekali diri dengan informasi: orangtua perlu memahami kondisi DS secara menyeluruh, sehingga bisa bekerja sama dengan guru, terapis, dan profesional lainnya.
● Rutinitas yang jelas dan konsisten: anak DS cenderung merasa aman dengan rutinitas tetap karena dapat membantu mengurangi kecemasan yang bisa memicu tanrum.
● Gunakan gambar dan peraga visual: sebagian besar anak DS memiliki daya ingat visual yang baik. Maka penggunaan gambar, simbol, dan petunjuk visual sangat membantu.
● Bahasa sederhana dan kontak mata: berbicara dengan kalimat sederhana, langsung, dan lakukan kontak mata untuk membantu anak fokus.
● Ciptakan suasana positif dan pujian: fokus pada kelebihan anak, bukan pada apa yang belum bisa dilakukan. Memberikan pujian dan suasana menyenangkan mendorong motivasi anak.
● Kerja sama dengan terapis dan sekolah: lingkungan sekolah dan keluarga harus selaras agar anak mendapatkan dukungan yang konsisten.
4. Cara menangani tantrum/meltdown
● Bantu anak mengungkapkan emosi, karena salah satu pemicu tantrum adalah anak tidak bisa mengekspresikan perasaannya.
● Berikan instruksi yang jelas dan singkat.
● Ciptakan lingkungan yang tenang dengan mengurangi rangsangan visual atau suara yang bisa memicu meltdown sensorik.
● Libatkan aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan seperti bernyanyi, mendengarkan musik, atau permainan ringan agar dapat membantu anak mereset sensoriknya.
● Evaluasi pemicu ulang.
5. Membangun harapan realistis dan dukungan keluarga
● Terima keunikan anak, jangan bandingkan dengan yang lain.
● Dukungan keluarga dan komunitas sangat penting.
● Fokus pada potensi dan kelebihan anak.
Mendidik dan membesarkan anak Down Syndrome tentunya membutuhkan kesabaran, pemahaman, dan strategi yang khusus.
Dengan mengenali pemicu tantrum/meltdown, melaksanakan terapi dan intervensi yang tepat, menerapkan pengasuhan yang mendukung, serta membangun harapan yang realistis, maka orang tua atau pengasuh bisa membantu anak tumbuh dan berperilaku lebih baik.
Jika masih merasa bingung bagaimana memulai atau ingin mendapatkan panduan lebih jelas sesuai kondisi anak Anda, jangan ragu untuk:
1. Konsultasi dengan terapis tumbuh kembang, psikolog anak..
2. Mencari komunitas orang tua yang memiliki anak DS untuk berbagi pengalaman.
3. Menerapkan satu langkah kecil setiap hari, lalu evaluasi dan lanjutkan.
Tips Tambahan
1. Identifikasi satu rutinitas harian anak dalam bentuk visual seperti jadwal makan atau bermain.
2. Buat daftar pemicu lingkungan di rumah yang bisa diubah seperti kurangi suara, gunakan lampu yang lembut.
3. Jadwalkan evaluasi pembicaraan dengan terapis atau guru anak Down Syndrome untuk menyesuaikan strategi.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








