Akurat

8 Kebenaran Pahit tentang Parenting yang Sering Diabaikan

Tim Redaksi | 11 Desember 2024, 22:00 WIB
8 Kebenaran Pahit tentang Parenting yang Sering Diabaikan

AKURAT.CO Menjadi orang tua bukan hanya tentang momen-momen manis, seperti langkah pertama atau pelukan hangat.

Terkadang, itu juga tentang makan tengah malam yang penuh dengan rasa cemas, khawatir sepanjang waktu dan perjuangan mencari waktu untuk diri sendiri.

Walau penuh dengan cinta, kenyataan menjadi orang tua sering kali tak seindah yang terlihat di media sosial.

Banyak hal yang tidak nyaman dan jarang dibicarakan, tapi memberikan pemahaman lebih dalam tentang apa artinya menjadi orang tua yang sebenarnya.

Baca Juga: Parenting Anak Bahagia Cegah Mereka Terbawa Arus dan Tegas pada Pilihan Hidupnya Sendiri

Mengutip dari Personal Branding Blog (Rabu, 11/12/2024), terdapat beberapa kebenaran pahit dalam ilmu parenting yang sering terabaikan dari sudut pandang psikologi.

Tujuan utamanya bukan untuk mengurangi kebahagiaan dalam membesarkan anak tetapi untuk memberikan pandangan yang lebih realistis, sehingga perjalanan ini bisa terasa lebih jelas dan mudah dijalani.

1. Parenting lebih mencerminkan orang tua

Mungkin sulit untuk diakui tapi kenyataannya adalah parenting lebih banyak mencerminkan siapa kita sebagai orang tua, bukan hanya kebutuhan anak.

Keputusan yang kita ambil sebagai orang tua sering kali dipengaruhi oleh masalah yang belum terselesaikan dalam diri kita, ketakutan dan ketidakamanan kita.

Kita sering kali ingin memperbaiki apa yang tidak bisa kita perbaiki dalam diri kita sendiri lewat anak-anak.

Menyadari dinamika ini bisa membuat kita lebih sadar akan motivasi kita dan membantu kita fokus pada apa yang terbaik untuk anak.

2. Parenting yang sempurna hanya ilusi

Saat pertama kali menggendong anak yang baru lahir, ada rasa percaya diri bisa menjadi orang tua yang sempurna, melindungi dari segala bahaya dan selalu mengambil keputusan yang tepat.

Namun, kenyataan ternyata jauh lebih rumit.

Kita semua pernah membuat kesalahan dan terkadang kehilangan kesabaran.

Seperti saat berteriak pada anak karena menumpahkan susu, yang langsung membuat rasa penyesalan datang.
Pada akhirnya, kita bukan robot, kita manusia yang bisa berbuat salah.

Yang terpenting adalah bagaimana merespons setelah kesalahan terjadi.

Meminta maaf pada anak mengajarkan kerendahan hati dan tanggung jawab.

Lepaskan keinginan untuk menjadi sempurna dan jadilah orang tua yang cukup baik.

Baca Juga: Dilema Penerapan Gentle Parenting pada Anak, Bikin Stres Orang Tua?

3. Tidak apa-apa jika tidak punya semua jawaban

Anak-anak sangat penasaran dan sering kali bertanya tentang hal-hal yang sederhana hingga hal-hal yang mendalam.

Ada tekanan besar bagi orangtua untuk selalu memiliki jawaban yang tepat. Namun kenyataannya, kita tidak selalu tahu jawabannya.

Ketika anak bertanya mengapa temannya memiliki dua ayah, rasanya sulit untuk menemukan jawaban yang tepat.

Tidak masalah untuk mengakui ketidaktahuan dan berkata "Aku tidak tahu, tapi mari kita cari tahu bersama."

Hal ini justru mengajarkan anak bahwa belajar adalah proses yang terus berlanjut dan tidak ada yang salah dengan tidak mengetahui segalanya.

Baca Juga: Anak yang Diasuh dengan Helicopter Parenting Cenderung Tak Mampu Atasi Kegagalan Hidup

4. Anak tidak selalu akan menyukai Anda

Ini mungkin terasa sakit tetapi kenyataannya adalah anak Anda tidak akan selalu menyukai Anda.

Kadang-kadang, keputusan disiplin kita, penolakan untuk menuruti permintaan mereka atau bahkan hanya karena kita membuat mereka merasa malu, bisa membuat kita tampak seperti musuh di mata mereka.

Ini adalah bagian dari proses perkembangan mereka menuju kemandirian.

Sebagai orang tua, kita bukan teman mereka tapi pembimbing yang menciptakan lingkungan yang aman.

Menyadari kenyataan ini membantu kita menjaga perspektif dan memilih keputusan parenting yang berfokus pada yang terbaik untuk anak.

5. Pujian berlebihan bisa berisiko

Untuk membangun rasa percaya diri, kita sering memuji anak-anak kita.

Tapi jika terlalu berlebihan, pujian itu bisa menciptakan ketergantungan yang tak sehat pada validasi eksternal.

Ini bisa menyebabkan mereka takut gagal dan menghindari tantangan.

Alih-alih hanya memuji hasil, lebih baik hargai usaha dan proses yang mereka lalui.

Katakan "Aku melihat betapa kerasnya kamu berusaha" agar mereka belajar bahwa proses dan ketahanan lebih penting dari pada hasil akhir.

Baca Juga: Humor Jadi Praktek Parenting yang Paling Efektif?

6. Anak Anda bukan mini-me

Sering kali orang tua berharap anak mereka akan mewarisi kualitas terbaik dari diri mereka atau bahkan menjalani mimpi yang tak tercapai.

Namun, anak Anda bukan salinan dari diri Anda.

Mereka adalah individu dengan minat, bakat dan jalan hidup mereka sendiri.

Hargai individualitas anak Anda dan dorong mereka mengejar minat mereka sendiri, meskipun itu berbeda dengan harapan Anda.

Ini akan membangun hubungan yang lebih sehat di mana mereka bisa tumbuh menjadi diri mereka sendiri, tanpa terbebani oleh harapan Anda.

7. Tidak bisa melindungi mereka dari segalanya

Sebagai orang tua, kita ingin melindungi anak-anak dari segala bahaya dan kekecewaan.

Namun kenyataannya, kita tidak bisa melindungi mereka dari semua tantangan hidup.

Mereka akan menghadapi kesulitan, kegagalan dan patah hati. Semua ini penting untuk perkembangan mereka.

Menghadapi tantangan membantu mereka membangun ketahanan dan keterampilan mengatasi masalah.

Sebagai orang tua, kita bisa memberikan dukungan dan bimbingan tapi biarkan mereka belajar cara menghadapinya.

Baca Juga: Apa Itu Helicopter Parenting dan Bagaimana Cara Mengatasinya!

8. Parenting bisa sangat sepi

Meski selalu dikelilingi oleh anak-anak, parenting bisa terasa sangat kesepian.

Anda bisa merasa kehilangan diri, teman atau bahkan hubungan dengan pasangan.

Ketika sepertinya tak ada yang mengerti perjuangan Anda, perasaan terisolasi bisa datang begitu saja.

Akui perasaan ini dan cari teman sesama orangtua atau bergabung dengan kelompok dukungan.

Berbagi pengalaman dengan orang lain yang menghadapi tantangan yang sama bisa mengurangi rasa terisolasi dan membantu Anda merasa lebih terhubung.

Akhirnya, parenting adalah perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan dan pembelajaran.

Kebenaran-kebenaran yang tidak nyaman ini bukan untuk membuat Anda merasa putus asa, tapi untuk mengingatkan bahwa ketidaksempurnaan itu wajar.

Setiap orang tua sudah berusaha sebaik mungkin, jadi berlatihlah untuk bersikap baik pada diri sendiri, memaafkan kesalahan dan merayakan kemenangan kecil.

Parenting bukan tentang mencapai kesempurnaan, tetapi tentang menghargai proses dan perkembangan yang datang bersamanya.

Baca Juga: Parenting ala Ayu Ting Ting, Jadi Teman Curhat Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Tim Redaksi
W
Editor
Wahyu SK