Akurat

Bagaimana Sistem Kepercayaan pada Masa Perundagian?

Sultan Tanjung | 27 November 2024, 21:30 WIB
Bagaimana Sistem Kepercayaan pada Masa Perundagian?

AKURAT.CO Masa perundagian, atau Zaman Logam, adalah periode akhir prasejarah yang berlangsung sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Pada masa ini, masyarakat mulai menunjukkan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepercayaan dan spiritualitas.

Sistem kepercayaan pada masa perundagian memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Artikel ini akan membahas sistem kepercayaan yang dianut pada masa perundagian berdasarkan penelitian dari jurnal ilmiah universitas di dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Menelisik Asal-Usul Arti Red String Theory, Kepercayaan tentang Ikatan Takdir

1. Kepercayaan Animisme

Animisme adalah salah satu sistem kepercayaan utama pada masa perundagian.

Menurut penelitian dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), animisme adalah kepercayaan bahwa benda-benda di alam memiliki roh atau kekuatan supranatural.

Masyarakat pada masa ini percaya bahwa roh leluhur mendiami benda-benda seperti pohon, batu, dan gunung.

Roh-roh ini dianggap memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kehidupan manusia, sehingga mereka sering kali memohon perlindungan dan bantuan dari roh leluhur.

2. Kepercayaan Dinamisme

Selain animisme, dinamisme juga merupakan sistem kepercayaan yang dianut pada masa perundagian.

Penelitian dari Harvard University menjelaskan bahwa dinamisme adalah kepercayaan bahwa benda-benda tertentu memiliki kekuatan supranatural yang berasal dari jiwa manusia atau makhluk halus.

Misalnya, masyarakat percaya bahwa pohon besar atau batu besar memiliki kekuatan gaib yang dapat memberikan perlindungan atau membawa bencana.

Oleh karena itu, mereka sering kali melakukan ritual atau upacara untuk menghormati dan memohon perlindungan dari kekuatan-kekuatan ini.

3. Budaya Penguburan

Sistem kepercayaan pada masa perundagian juga tercermin dalam budaya penguburan mereka.

Penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan bahwa masyarakat pada masa ini memiliki tradisi menguburkan jenazah bersama dengan barang-barang kesayangan atau perlengkapan hidupnya.

Hal ini dilakukan dengan keyakinan bahwa roh orang yang meninggal masih membutuhkan barang-barang tersebut di alam baka.

Selain itu, mereka juga membuat monumen-monumen megalitikum sebagai tempat pemujaan atau penghormatan kepada roh leluhur.

4. Pengaruh Kepercayaan Hindu-Buddha dan Islam

Seiring berjalannya waktu, sistem kepercayaan pada masa perundagian mulai dipengaruhi oleh kepercayaan Hindu-Buddha dan Islam.

Penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa unsur-unsur kepercayaan ini mulai masuk dan menggabungkan diri dengan kepercayaan animisme dan dinamisme yang sudah ada.

Misalnya, konsep dewa-dewa dalam Hindu-Buddha dan konsep Tuhan dalam Islam mulai mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap kekuatan supranatural.

Kesimpulan

Sistem kepercayaan pada masa perundagian didominasi oleh animisme dan dinamisme, di mana masyarakat percaya bahwa benda-benda di alam memiliki roh atau kekuatan supranatural.

Kepercayaan ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk budaya penguburan dan ritual-ritual penghormatan kepada roh leluhur.

Seiring waktu, sistem kepercayaan ini mulai dipengaruhi oleh kepercayaan Hindu-Buddha dan Islam, yang memperkaya dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap kekuatan supranatural.

Dengan memahami sistem kepercayaan pada masa perundagian, kita dapat lebih menghargai warisan budaya dan spiritualitas nenek moyang kita.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.