Menelisik Asal-Usul Arti Red String Theory, Kepercayaan tentang Ikatan Takdir

AKURAT.CO Red String Theory atau teori benang merah adalah sebuah mitos yang populer di budaya Asia Timur, khususnya di China dan Jepang. Teori ini menyatakan bahwa ada benang merah tak terlihat yang menghubungkan dua orang yang ditakdirkan untuk bertemu dan memiliki hubungan penting dalam hidup, baik itu hubungan romantis, persahabatan, atau kerja sama.
Benang ini diyakini diikat oleh para dewa, dan meskipun bisa meregang atau kusut, benang ini tidak akan pernah putus, memastikan kedua individu tersebut pada akhirnya akan bertemu.
Baca Juga: MotoGP Jepang: Francesco Bagnaia Tercepat, Pedro Acosta Kembali Terjatuh
Konsep tentang benang yang menghubungkan dua jiwa yang ditakdirkan bersama ternyata tidak hanya populer di budaya Timur. Lirik lagu Taylor Swift, "Invisible String," juga merefleksikan kepercayaan serupa tentang ikatan tak kasat mata antara dua orang yang saling mencintai.
Berakar dari mitologi Jepang dan Tiongkok, Teori Benang Merah menggambarkan sebuah konsep yang menarik tentang takdir manusia. Konsep ini menyatakan bahwa sejak lahir, setiap individu telah terhubung dengan orang-orang tertentu melalui sebuah benang merah tak terlihat yang mengikat jiwa mereka.
Benang merah ini, terlepas dari jarak dan waktu, akan selalu membawa individu-individu tersebut untuk bertemu dan saling mempengaruhi.
Baca Juga: Komunikasi Nasdem-Demokrat-PKS: Belum Ada Sosok Cawapres, Anies jadi Benang Merah
Konsep Teori Benang Merah, yang menggambarkan ikatan takdir antara individu-individu, berakar dari mitologi Jepang dan Tiongkok. Dalam mitologi Jepang, dewa cinta diyakini mengikat benang merah pada jari orang-orang yang ditakdirkan bersama.
Dalam kepercayaan Tiongkok, konsep "Yuanfen" menyiratkan hubungan yang telah ditetapkan sejak awal. Seiring berjalannya waktu, konsep ini telah merasuki berbagai bentuk budaya populer, menjadi simbol romantis tentang takdir dan pertemuan yang tak terelakkan. (Maulida sahla sabila)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







