Menemukan Makna Zuhud: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 232

AKURAT.CO Kunci jawaban Pendidikan Agama Islam (PAI) pada halaman 232 dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan koreksi.
Siswa kelas 11 menerima pelajaran tambahan PAI dalam bentuk latihan soal.
Berikut ini kunci jawaban PAI kelas 11 halaman 232.
Zuhud adalah tema kunci jawaban PAI kelas 11 halaman 232.
Diambil dari buku PAI, Akidah Akhlak untuk MA Kelas XI, Toto Edidarmo (2015:109), zuhud artinya menjauhkan diri dari segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia.
Kunci jawaban PAI kelas 11 halaman 232, adalah sebagai berikut.
- Muru’ahdari segi bahasa memiliki arti kehormatan diri, harga diri, nama baik. Muru’ah secara istilah dapat didefinisikan sebagai kemampuan akal untuk dapat menghindari keinginan dan tuntutan syahwat, sebagai upaya dalam menjaga martabat dan kehormatan diri.
- Cara menerapkanmuru'ahbagi pelajar, yaitu:
- Muru’ah terhadap diri sendiri, dengan melaksanakan akhlak yang mulia dan menjauhi akhlak tercela dimana dan kapan saja, meskipun dalam keadaan sendiri.
- Muru’ah terhadap sesama makhluk, dengan menjaga akhlak luhur dan menjauhi akhlak tercela di tengah masyarakat, dan sesama manusia.
- Muru’ah terhadap Allah Swt. dengan merasa malu terhadap Allah, ketika ibadah tidak dijalankan secara sungguh-sungguh.
- Bentuk zuhud yang dicontohkan oleh seseorang yang memiliki rezekiyang melimpah adalah sebagai berikut.
- Menggunakan rezeki yang dimiliki untuk menolong orang lain.
- Menggunakan rezeki yang dimiliki untuk disedekahkan di jalan Allah Swt.
- Ciri-ciri yang dimiliki oleh orang yang ikhlas adalah sebagai berikut.
- Orang yang mengerjakan sesuatu niat, karena Allah Swt.
- Orang yang mengerjakan sesuatu hanya mengharapkan rida dari Allah Swt.
- Orang yang mengerjakan sesuatu tidak untuk dipamerkan kepada orang lain.
- Orang yang mengerjakan sesuatu bukan untuk mengharap balasan dari orang lain.
- Tiga manfaat sifat malu, yaitu:
- Mencegah dari perbuatan tercela. Seorang yang memiliki sifat malu akan berusaha sekuat tenaga menghindari perbuatan tercela, sebab ia takut kepada Allah Swt.
- Mendorong berbuat kebaikan. Rasa malu kepada Allah Swt. akan mendorong seseorang berbuat kebaikan, karena setiap perbuatan akan dibalas di akhirat kelak.
- Mengantarkan seseorang menuju jalan yang diridai Allah Swt. Orang-orang yang memiliki rasa malu akan senantiasa melaksanakan perintah Allah Swt., dan menjauhi larangan-Nya.
*Disclaimer:
Kunci jawaban yang disediakan ini bersifat sebagai acuan dan tidak menggantikan pemahaman yang diperoleh melalui proses belajar. Sehingga siswa diharapkan untuk mengerjakannya secara mandiri terlebih dahulu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








