Mengapa Guru PJOK Perlu Memiliki Kepekaan Terhadap Isu Sosial?

AKURAT.CO Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) bukan hanya tentang mengembangkan keterampilan fisik dan kesehatan siswa, tetapi juga tentang membentuk karakter dan sikap sosial mereka.
Kepekaan terhadap isu sosial menjadi aspek penting yang harus dimiliki oleh guru PJOK untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan holistik siswa.
Artikel ini akan membahas mengapa guru PJOK perlu memiliki kepekaan terhadap isu sosial berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah dan sumber terpercaya.
Baca Juga: Pembelajaran dengan Pendekatan CRT Dirancang dengan Mengacu pada…
1. Membentuk Siswa Menjadi Warga Negara yang Bertanggung Jawab
Guru PJOK yang peka terhadap isu sosial dapat membantu siswa memahami pentingnya tanggung jawab sosial.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Educational Research, pendidikan yang mengintegrasikan isu-isu sosial seperti diskriminasi, kekerasan, dan ketidakadilan dapat membentuk siswa menjadi individu yang lebih kritis dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Dengan demikian, siswa tidak hanya berkembang secara fisik tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
2. Mencegah dan Mengatasi Masalah Sosial
Kepekaan terhadap isu sosial memungkinkan guru PJOK untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi konflik atau masalah yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah.
Studi dari Journal of Social Issues in Education menunjukkan bahwa guru yang memahami akar permasalahan sosial dapat mengambil langkah-langkah preventif atau intervensi yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut.
Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi semua siswa.
3. Menghubungkan Teori dengan Praktik
Isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat dapat dijadikan sebagai contoh nyata dalam pembelajaran PJOK.
Menurut artikel di Journal of Teaching and Learning, mengaitkan teori dengan praktik melalui diskusi tentang isu-isu sosial seperti doping, kekerasan dalam olahraga, dan diskriminasi gender dapat membuat pembelajaran menjadi lebih relevan dan menarik bagi siswa.
Hal ini juga membantu siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang mereka peroleh dengan kehidupan sehari-hari.
4. Mengembangkan Potensi Siswa secara Holistik
Pendidikan jasmani yang holistik tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga melibatkan aspek sosial, emosional, dan kognitif.
Penelitian dari Journal of Holistic Education menekankan bahwa guru yang peka terhadap isu sosial dapat membantu siswa mengembangkan potensi mereka secara menyeluruh.
Dengan demikian, siswa dapat tumbuh menjadi individu yang seimbang dan memiliki keterampilan sosial yang baik.
5. Menciptakan Pembelajaran yang Inklusif
Kepekaan terhadap isu sosial juga penting untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif.
Menurut studi di Journal of Inclusive Education, guru PJOK yang peka terhadap keberagaman dan kebutuhan khusus siswa dapat menciptakan lingkungan belajar yang adil dan tidak diskriminatif.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang latar belakang sosial atau kemampuan fisik, mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkembang.
Kesimpulan
Kepekaan terhadap isu sosial adalah aspek penting yang harus dimiliki oleh guru PJOK.
Dengan memiliki kepekaan ini, guru dapat membantu membentuk siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, mencegah dan mengatasi masalah sosial, menghubungkan teori dengan praktik, mengembangkan potensi siswa secara holistik, dan menciptakan pembelajaran yang inklusif. '
Dengan demikian, pendidikan jasmani tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan sosial siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








