Selama Menjadi Guru, Tentunya Pembelajaran Anda Pernah Diobservasi atau Disupervisi oleh Kepala Sekolah, Bagaimana Perasaan Anda ketika Diobservasi?

AKURAT.CO Observasi kelas oleh kepala sekolah merupakan salah satu metode evaluasi yang umum dalam dunia pendidikan.
Tujuan dari observasi ini adalah untuk menilai kinerja guru, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan meningkatkan kualitas pengajaran.
Namun, proses ini sering kali memunculkan berbagai perasaan pada guru yang diobservasi.
Artikel ini akan membahas perasaan guru saat diobservasi berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah.
Baca Juga: Restrukturisasi Kredit UMKM Perkuat Daya Saing Usaha
Kecemasan dan Stres
Banyak guru merasa cemas dan stres saat diobservasi.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Lentera Pendidikan, kecemasan ini sering disebabkan oleh rasa takut terhadap penilaian negatif dan kekhawatiran tentang kemampuan mereka dalam memenuhi standar yang diharapkan.
Guru mungkin merasa tertekan untuk tampil sempurna, yang dapat mempengaruhi kinerja mereka selama observasi.
Motivasi untuk Berkembang
Di sisi lain, observasi dapat menjadi sumber motivasi bagi guru. Penelitian dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA menunjukkan bahwa observasi kelas dapat mendorong guru untuk meningkatkan profesionalisme dan keterampilan mengajar mereka.
Umpan balik yang konstruktif dari kepala sekolah membantu guru mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memberikan panduan untuk pengembangan lebih lanjut.
Perasaan Terpantau dan Diawasi
Guru sering merasa terpantau dan diawasi selama observasi, yang dapat mempengaruhi cara mereka mengajar.
Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Semarang, perasaan ini membuat guru merasa tidak nyaman dan kurang bebas dalam menerapkan metode pengajaran yang kreatif.
Namun, dengan pendekatan yang tepat dari kepala sekolah, observasi dapat dilakukan secara lebih mendukung dan kolaboratif.
Peningkatan Kualitas Pengajaran
Observasi yang dilakukan dengan baik berkontribusi pada peningkatan kualitas pengajaran.
Jurnal dari Universitas Sebelas Maret menyebutkan bahwa observasi yang disertai refleksi diri dan diskusi membantu guru memahami kekuatan dan kelemahan mereka.
Hal ini memungkinkan guru untuk terus belajar dan berkembang dalam profesinya.
Kesimpulan
Perasaan guru saat diobservasi oleh kepala sekolah sangat bervariasi, mulai dari kecemasan hingga motivasi untuk berkembang.
Meskipun observasi dapat menimbulkan stres, pendekatan yang konstruktif dan mendukung dari kepala sekolah dapat mengubahnya menjadi pengalaman yang positif dan bermanfaat.
Observasi kelas tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan profesionalisme guru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi





