Bagaimana Menyampaikan Kritik Secara Santun dan Bertanggung Jawab?

AKURAT.CO Kritik adalah bagian penting dari interaksi sosial dan profesional. Kritik yang disampaikan dengan baik dapat membantu individu atau organisasi berkembang dan memperbaiki diri.
Namun, kritik yang disampaikan secara tidak santun dapat menimbulkan konflik dan perasaan tidak nyaman.
Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menyampaikan kritik secara santun dan bertanggung jawab.
Artikel ini membahas metode-metode efektif berdasarkan penjelasan dari jurnal ilmiah.
Baca Juga: Asal Muasal Peringatan Maulid Nabi Muhammad Menurut 3 Ulama Terkenal
-
Menggunakan Bahasa yang Sopan
Penggunaan bahasa yang sopan adalah kunci utama dalam menyampaikan kritik.
Menurut penelitian dari Universitas Indonesia, bahasa yang sopan dapat mengurangi resistensi dan meningkatkan penerimaan kritik.
Hindari kata-kata kasar atau sindiran yang dapat menyinggung perasaan orang yang dikritik.
-
Memberikan Kritik yang Konstruktif
Kritik yang konstruktif tidak hanya menunjukkan kesalahan tetapi juga memberikan solusi.
Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa kritik yang disertai saran perbaikan lebih efektif dalam mendorong perubahan positif.
Sebagai contoh, daripada hanya mengatakan "Presentasimu membosankan," lebih baik mengatakan "Presentasimu bisa lebih menarik dengan tambahan visual yang lebih interaktif."
-
Memilih Waktu dan Tempat yang Tepat
Waktu dan tempat penyampaian kritik juga sangat penting. Menurut jurnal dari Universitas Airlangga, kritik sebaiknya disampaikan dalam situasi yang tenang dan privat.
Mengkritik seseorang di depan umum bisa membuat mereka merasa dipermalukan dan defensif.
-
Fokus pada Perilaku, Bukan Pribadi
Kritik yang efektif harus fokus pada perilaku atau tindakan, bukan pribadi seseorang.
Penelitian dari Universitas Pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa kritik yang menyerang pribadi cenderung menimbulkan perasaan negatif dan resistensi.
Misalnya, daripada mengatakan "Kamu malas," lebih baik mengatakan "Saya perhatikan kamu sering terlambat mengumpulkan tugas."
-
Menggunakan Pendekatan Empati
Menyampaikan kritik dengan empati dapat mengurangi ketegangan dan meningkatkan penerimaan.
Penelitian dari Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa memahami perasaan dan situasi orang yang dikritik dapat membuat mereka lebih terbuka terhadap kritik.
Contohnya, “Saya mengerti bahwa kamu sedang sibuk, tapi mungkin kita bisa mencari cara untuk meningkatkan efisiensi kerja.”
Kesimpulan
Menyampaikan kritik secara santun dan bertanggung jawab memerlukan keterampilan komunikasi yang baik.
Penggunaan bahasa yang sopan, kritik konstruktif, pemilihan waktu dan tempat yang tepat, fokus pada perilaku, serta penggunaan pendekatan empati adalah beberapa metode yang dapat diterapkan.
Dengan cara ini, kritik akan lebih diterima dan mendorong perubahan positif.
Memahami dan menerapkan cara-cara ini akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









