Akurat

Kecerdasan Anak Bukan Satu-satunya Kunci Keberhasilan Akademis

Annisa Fadhilah | 28 Agustus 2024, 17:44 WIB
Kecerdasan Anak Bukan Satu-satunya Kunci Keberhasilan Akademis

AKURAT.CO Kecerdasan anak bukanlah satu-satunya kunci keberhasilan akademis, demikian kesimpulan dari sebuah studi baru di Inggris.

Baca Juga: Mencerdaskan Indonesia dalam Menyikapi Kecerdasan Buatan

Sebaliknya, kecerdasan ditambah faktor "non-kognitif," seperti tekad untuk berprestasi meskipun menghadapi rintangan dan kecintaan untuk senantiasa belajar, dapat mendorong seorang anak ke peringkat teratas di kelas, demikian data genetika baru menunjukkan.

"Penelitian kami menantang asumsi yang telah lama berlaku bahwa kecerdasan adalah pendorong utama pencapaian akademis," kata salah satu penulis utama studi Dr. Margherita Malanchini.

"Kami telah menemukan bukti kuat bahwa keterampilan non-kognitif seperti kegigihan, ketekunan, minat akademis, dan nilai yang dikaitkan dengan pembelajaran, tidak hanya menjadi prediktor keberhasilan yang signifikan, tetapi pengaruhnya semakin kuat seiring berjalannya waktu," tambah Malanchini, seorang dosen senior psikologi di Queen Mary University of London.

Baca Juga: Jadi Fitur Kecerdasan Buatan, Layanan Gratis Apple Intelligence Hanya Sementara?

Dia dan salah satu penulis utama studi Dokter Andrea Allegrini, dari University College London, menerbitkan temuan mereka pada tanggal 26 Agustus di jurnal Nature Human Behavior.

Studi baru ini melibatkan lebih dari 10.000 anak Inggris yang keberhasilan akademisnya dilacak dari usia 7 hingga 16 tahun. Pada saat yang sama, para peneliti London mengamati DNA setiap anak, mencari gen yang diketahui terkait dengan keterampilan non-kognitif tertentu.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.