Akurat

Prodi Teknik Industri ISTN Bekali Siswa SMK dengan Kesehatan Mental agar Siap Kerja

Sultan Tanjung | 20 Agustus 2024, 11:35 WIB
Prodi Teknik Industri ISTN Bekali Siswa SMK dengan Kesehatan Mental agar Siap Kerja

AKURAT.CO Program Studi Teknik Industri ISTN, dengan salah satu bidang keilmuan pada ergonomi kognitif dan peningkatan produktivitas kerja, mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) di SMK 3 Yayasan Perguruan Cikini, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Lulusan SMK diharapkan menjadi tenaga kerja siap pakai yang produktif sehingga perlu diberikan edukasi mengenai hal ini.

Kegiatan pengmas dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Agustus 2024, dan diikuti oleh 30 siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta 2 orang guru pendamping.

Topik yang dibawakan adalah ‘Penyuluhan Pengenalan Beban Kerja Mental dan Kaitannya dengan Produktivitas’.

Topik ini dipilih karena profil pekerjaan lulusan TKJ didominasi oleh pekerjaan dengan aspek kognitif/mental yang tinggi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa SMK di kemudian hari dapat meningkatkan kompetensinya menjadi pekerja yang produktif.

Konsep produktivitas dari sudut pandang ergonomi kognitif adalah keseimbangan supply-demand kerja mental.

Demand dalam hal ini adalah beban kerja mental, sedangkan supply adalah kapasitas kerja mental.

Ketika demand melebihi supply, yang terjadi adalah rendahnya produktivitas pekerja.

Diharapkan beban kerja mental yang dirasakan pekerja seimbang dengan kapasitas kerja mental yang dimiliki.

Peserta mendapat empat materi untuk peningkatan kapasitas kerja mental, yaitu ‘Growth Mindset’ oleh Prof. Ir. Dwiwahju Sasongko, M.Sc., Ph.D., ‘Tantangan Dunia Kerja’ oleh Ir. Harwan Achyadi, M.T., ‘Menjadi Kreatif’ oleh Ir. Sumiyanto, M.T., dan ‘Menjadi Produktif’ oleh Erika, S.T., M.T.

Peserta juga mendapat materi mengenai pengenalan beban kerja mental dan pengukuran sederhana melalui kuesioner tingkat stres oleh Nataya C. Rizani, S.T., M.T.

Pengukuran ini selain bermanfaat untuk mengenali beban kerja mental yang dirasakan secara subjektif, juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental.

Hal ini merupakan bentuk komitmen Prodi Teknik Industri untuk ikut berkontribusi mengatasi masalah kesehatan mental di kalangan generasi muda.

Permasalahan kesehatan mental menjadi permasalahan yang serius dengan semakin meningkatnya gangguan kesehatan mental di kalangan remaja.

Berdasarkan laporan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), disebutkan bahwa 1 dari 3 remaja Indonesia usia 10-17 tahun memiliki masalah kesehatan mental.

Kegiatan pengmas dilaksanakan secara interaktif antara pemateri dan peserta, sehingga suasana kegiatan menjadi hidup.

Berdasarkan evaluasi kegiatan di akhir acara, peserta mengatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat untuk mendukung kompetensi mereka sebagai lulusan SMK.

Prodi Teknik Industri ISTN berkomitmen bahwa kegiatan ini akan berlangsung secara berkelanjutan sehingga prodi dapat memberikan kontribusi nyata pada masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.