Apa itu Gaya Hidup Berkelanjutan dalam P5 di Kurikulum Merdeka?

AKURAT.CO Gaya hidup berkelanjutan adalah konsep yang semakin penting dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam.
Dalam konteks pendidikan, khususnya dalam Kurikulum Merdeka, gaya hidup berkelanjutan diintegrasikan melalui Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
P5 terdiri dari lima prinsip utama: Peduli, Proaktif, Produktif, Pintar, dan Partisipatif.
Artikel ini akan mengulas pengertian gaya hidup berkelanjutan dalam P5, serta memberikan contoh penerapannya dalam dunia pendidikan berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah dan sumber terpercaya salah satunya dalah situs resmi kemdikbud.
1. Pengertian Gaya Hidup Berkelanjutan
Dalam P5 Gaya hidup berkelanjutan adalah pola hidup yang berusaha meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dengan cara menggunakan sumber daya alam secara bijaksana dan efisien1.
Dalam P5, gaya hidup berkelanjutan diintegrasikan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang bertujuan untuk membentuk siswa yang peduli terhadap lingkungan dan mampu berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam.
2. Prinsip-Prinsip P5
P5 dalam Kurikulum Merdeka terdiri dari lima prinsip utama yang mendukung gaya hidup berkelanjutan:
- Peduli: Menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan dan sesama. Siswa diajarkan untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan dan berkontribusi dalam upaya pelestarian alam.
- Proaktif: Mendorong siswa untuk mengambil inisiatif dalam menjaga lingkungan. Siswa diajak untuk aktif terlibat dalam kegiatan yang mendukung keberlanjutan.
- Produktif: Mengajarkan siswa untuk memanfaatkan sumber daya secara efisien dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dari bahan-bahan yang ada.
- Pintar: Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang isu-isu lingkungan dan cara-cara untuk mengatasi masalah lingkungan.
- Partisipatif: Mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan kolektif yang bertujuan menjaga lingkungan, seperti program daur ulang dan penghijauan.
3. Contoh Penerapan Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Pendidikan
Berikut adalah beberapa contoh penerapan gaya hidup berkelanjutan dalam dunia pendidikan:
- Program Daur Ulang: Sekolah dapat mengimplementasikan program daur ulang yang melibatkan siswa dan staf dalam memilah dan mendaur ulang sampah. Misalnya, mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi ecobrik.
- Kantin Berkelanjutan: Mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai di kantin sekolah dengan menggunakan wadah ramah lingkungan dan menyediakan opsi makanan yang diperoleh dari sumber-sumber lokal dan berkelanjutan.
- Penanaman Tanaman dan Taman Sekolah: Mengajak siswa untuk menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekolah. Ini tidak hanya membantu menghijaukan lingkungan tetapi juga mengajarkan siswa tentang pentingnya tanaman bagi ekosistem.
- Program Hemat Energi: Mendorong siswa untuk mematikan lampu dan peralatan listrik ketika tidak digunakan, serta menggunakan sumber energi terbarukan jika memungkinkan.
- Pendidikan Lingkungan: Mengintegrasikan materi tentang lingkungan dan keberlanjutan ke dalam kurikulum. Hal ini dapat dilakukan melalui program-program sekolah, workshop, atau kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada keberlanjutan.
Kesimpulan
Gaya hidup berkelanjutan dalam P5 adalah upaya untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan kebiasaan yang mendukung keberlanjutan.
Melalui berbagai program dan kegiatan, siswa dapat belajar untuk hidup secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Penerapan gaya hidup berkelanjutan dalam pendidikan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga membantu membentuk karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









