Akurat

Bagaimana Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Eropa?

Rahman Sugidiyanto | 15 Juli 2024, 14:50 WIB
Bagaimana Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Eropa?

AKURAT.CO Bangsa Eropa datang ke Nusantara pada abad ke-16 dengan tujuan awal untuk berdagang rempah-rempah.

Namun, seiring berjalannya waktu, tujuan mereka bergeser menjadi penerapan kolonialisme dan imperialisme.

Pada abad ke-19, masyarakat Indonesia berupaya keras untuk melakukan perlawanan guna mengusir penjajahan dari Nusantara.

Meskipun sifat perlawanan lokal dari para raja, sultan, dan rakyat terhadap perusahaan dagang seperti VOC masih sangat lokal, beberapa perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme Eropa tetap mengukir sejarah.

Sebagaiman dikutip dari buku sejarah untuk kelas 8 yang ada disitus Kemdikbud, Berikut adalah beberapa contoh perlawanan tersebut:

1. Kesultanan Demak melawan Portugis

  • Kesultanan Demak bertujuan untuk mengembalikan tanah Islam yang telah terampas oleh musuh serta mengembalikan kemuliaan kerajaan Islam di Malaka.
  • Faktor pendorongnya adalah keinginan Demak untuk menguasai Selat Malaka sebagai jalur perdagangan internasional.
  • Pada masa pemerintahan Raden Patah, Kesultanan Demak sudah mengadakan perlawanan terhadap Portugis yang menduduki Malaka.
  • Sultan Trenggana melanjutkan perlawanan dengan mengirim Fatahillah dan Maulana Hasanuddin untuk menggagalkan rencana kerja sama antara Portugis dan Pajajaran. Hasilnya, Sunda Kelapa berhasil dikuasai dan diganti namanya menjadi Jayakarta.

2. Perlawanan Kesultanan Aceh

  • Kesultanan Aceh merupakan salah satu pusat perlawanan terhadap kolonialisme Eropa.
  • Aceh berhasil mempertahankan kemerdekaannya selama berabad-abad, bahkan melawan Belanda yang memiliki kekuatan militer lebih besar.

3. Perlawanan Rakyat Ternate

  • Rakyat Ternate juga berperan aktif dalam melawan penjajahan Portugis dan Spanyol di Maluku.
  • Mereka mempertahankan kekayaan rempah-rempah dan kebebasan wilayahnya.

4. Sultan Agung Raja Mataram melawan VOC

  • Sultan Agung dari Kerajaan Mataram melakukan perlawanan melawan VOC yang ingin menguasai wilayah Jawa.

5. Sultan Ageng Tirtayasa melawan VOC

  • Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten juga melawan VOC yang mencoba menguasai wilayah Banten.

6. Sultan Hasanuddin melawan VOC

  • Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa-Tallo melawan VOC di Sulawesi Selatan.

Kesimpulan

Perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme Eropa menunjukkan semangat perjuangan dan keteguhan hati dalam mempertahankan kemerdekaan dan martabat bangsa. Sejarah ini mengajarkan kita tentang pentingnya memahami perjuangan leluhur dan menghargai keragaman budaya serta keberagaman alam yang dimiliki Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.