AKURAT.CO Ketika balita Anda tantrum, dengan memberikan mereka ponsel cerdas atau tablet mungkin merupakan cara tercepat sekaligus cara terburuk untuk menghentikannya, berdasarkan laporan sebuah penelitian terbaru.
“Jika orang tua secara rutin menawarkan perangkat digital kepada anak mereka untuk menenangkan atau menghentikan kemarahan, anak tidak akan belajar mengatur emosinya,” kata penulis pertama Veronika Konok, dari Universitas Eötvös Loránd di Budapest, Hongaria. Hal ini menyebabkan masalah pengaturan emosi yang lebih parah, khususnya masalah pengelolaan amarah, di kemudian hari.
Baca Juga: 5 Rahasia Manfaat Memeluk Anak, Salah Satunya Mengurangi Tantrum
Itu karena anak-anak tengah berupaya untuk mengatur respons mereka terhadap berbagai situasi dalam beberapa tahun pertama kehidupannya.
Ketika banyak orang tua memberikan perangkat digital kepada anak-anak mereka untuk mengendalikan respons emosional mereka, para peneliti di Hongaria dan Kanada ingin mengetahui apakah hal ini menghambat kemampuan anak-anak untuk mengendalikan diri mereka sendiri di kemudian hari.
Temuan mereka dipublikasikan pada 27 Juni di jurnal Frontiers in Child and Adolescent Psychiatry.
Hasilnya adalah "anak-anak harus belajar bagaimana mengelola emosi negatif mereka sendiri," kata Konok dalam rilis berita jurnal. “Mereka membutuhkan bantuan orang tua dalam proses pembelajaran ini, bukan bantuan perangkat digital.”
Untuk penelitian ini, Konok dan timnya meminta lebih dari 300 orang tua dari anak usia 2 hingga 5 tahun untuk mengisi kuesioner tentang penggunaan media oleh anak dan orang tua.
Peserta menyelesaikan survei sebanyak dua kali, pertama pada tahun 2020 dan dua tahun kemudian.
Baca Juga: Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Menghadapi Anak Tantrum
Responsnya menunjukkan bahwa ketika orang tua mengandalkan regulasi emosi menggunakan perangkat digital, setahun kemudian anak-anak menjadi kurang mampu mengelola amarah dan frustrasi. Anak-anak yang sering diberi perangkat saat sedang rewel memiliki tingkat kontrol upaya diri yang lebih rendah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








