Akurat

Mekanisme Bonding pada Saat Menyusui Secara Langsung

Sultan Tanjung | 19 Juni 2024, 17:00 WIB
Mekanisme Bonding pada Saat Menyusui Secara Langsung

AKURAT.CO Menyusui secara langsung tidak hanya merupakan proses pemberian nutrisi dari ibu ke bayi, tetapi juga momen pembentukan ikatan atau bonding yang kuat antara keduanya.

Bonding ini memiliki peran penting dalam perkembangan emosional dan psikologis bayi serta dapat mempengaruhi kesejahteraan ibu.

Mekanisme bonding saat menyusui secara langsung melibatkan berbagai faktor, mulai dari kontak kulit ke kulit hingga pertukaran feromon.

Proses menyusui secara langsung memungkinkan terjadinya interaksi yang intens antara ibu dan bayi.

Kontak mata, sentuhan, dan suara ibu selama menyusui membantu memperkuat ikatan emosional.

Selain itu, menyusui juga memicu pelepasan hormon oksitosin pada ibu, yang sering disebut sebagai hormon cinta, yang meningkatkan perasaan kasih sayang dan relaksasi.

Mekanisme bonding ini tidak hanya bermanfaat bagi bayi dalam hal rasa aman dan terlindungi, tetapi juga bagi ibu dalam membangun kepercayaan diri dalam perannya sebagai orang tua.

Ikatan ini juga berperan dalam menurunkan risiko depresi pasca melahirkan dan meningkatkan responsivitas ibu terhadap kebutuhan bayi.

Mekanisme bonding saat menyusui secara langsung melibatkan:

  1. Kontak Kulit ke Kulit: Meningkatkan rasa aman pada bayi dan merangsang pelepasan oksitosin pada ibu.
  2. Kontak Mata: Membantu pembentukan ikatan emosional dan komunikasi non-verbal antara ibu dan bayi.
  3. Pertukaran Feromon: Bayi dapat mengenali bau khas ibu, yang menenangkan dan memperkuat ikatan.
  4. Pelepasan Hormon Oksitosin: Hormon ini meredakan stres dan mempromosikan perasaan kasih sayang.
  5. Sensasi Menyusui: Rangsangan fisik dari proses menyusui memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi bayi.

Jika seorang ibu tidak dapat menyusui secara langsung karena alasan tertentu, ada beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk memastikan bayi tetap mendapatkan manfaat dari ASI:

  1. Memerah ASI: Ibu dapat memompa ASI dan menyimpannya agar dapat diberikan kepada bayi melalui botol atau metode pemberian lainnya.
  2. Donor ASI: Menggunakan ASI dari bank susu atau donor yang telah melalui proses skrining dan pasteurisasi untuk memastikan keamanannya.
  3. Suplemen: Dalam kasus di mana ASI tidak tersedia, formula bayi dapat digunakan sebagai pengganti, meskipun ini harus menjadi pilihan terakhir setelah semua upaya mendapatkan ASI telah dilakukan.
  4. Skin-to-Skin Contact: Jika memungkinkan, kontak kulit ke kulit tetap harus dilakukan saat memberikan ASI perah atau formula untuk membantu memperkuat ikatan antara ibu dan bayi.

Penting bagi ibu untuk mendapatkan dukungan dan saran dari profesional kesehatan untuk menemukan solusi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan bayi.

Kesimpulan:

Mekanisme bonding yang terjadi saat menyusui secara langsung adalah proses kompleks yang melibatkan aspek fisik, emosional, dan hormonal.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan pada saat itu saja tetapi juga memiliki dampak jangka panjang pada hubungan antara ibu dan anak.

Memahami pentingnya bonding ini dapat membantu para ibu untuk lebih menghargai momen-momen menyusui sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan mereka dengan bayi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.