Akurat

7 Kebiasaan Anak Sebabkan Cacingan, Termasuk Tidak Memakai Alas Kaki Saat Bermain

Herry Supriyatna | 13 September 2023, 17:29 WIB
7 Kebiasaan Anak Sebabkan Cacingan, Termasuk Tidak Memakai Alas Kaki Saat Bermain

AKURAT.CO Ternyata ada beberapa kebiasan anak yang bisa sebabkan cacingan. Kondisi kesehatan ini sebaiknya tidak diabaikan apalagi dianggap sepele, karena cacingan bisa menyebabkan turunnya prestasi anak di sekolah.

Anak akan tampak lemas, sering mengantuk, pucat karena cacingan, hingga meningkatkan risiko stunting, terlebih bila anak terinfeksi cacing gelang.

Cacing gelang akan menyerap nutrisi yang seharusnya dilakukan oleh usus. Di samping itu, cacing tersebut juga dapat menyebabkan anemia akibat perdarahan kronis pada saluran cerna. Bukan hanya cacing gelang, cacing pita, dan cacing kremi merupakan jenis cacing yang membahayakan anak-anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu mengawasi kebiasaan anak sehari-hari, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Karena tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan anak yang bisa sebabkan cacingan. Berikut kebiasaan anak yang perlu diawasi.

Baca Juga: Anak Belanda Paling Bahagia Di Dunia, Tiru 6 Gaya Parenting Ini!

Kebiasaan Anak yang Bisa Sebabkan Cacingan

1. Tidak mencuci tangan sebelum makan

Ini adalah kebiasaan buruk anak yang sering dilakukan. Jika anak tidak mencuci tangan sebelum makan, bukan hanya kuman, bakteri dan virus juga dapat masuk ke dalam tubuh anak. Nyatanya, telur-telur cacing yang hinggap di tangan anak juga bisa masuk bersama makanan yang dimakan oleh anak.

Cacing gelang merupakan jenis cacing yang bisa ditularkan dari tangan yang kotor. Terlebih jika kuku anak panjang dan kotor, kemungkinan telur cacing bersembunyi di balik kuku yang kotor juga akan lebih tinggi. Maka itu, ajarkan kepada anak untuk mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan kuku.

2. Tidak memakai alas kaki saat bermain di tanah

Kebiasaan bermain tanah atau tidak memakai alas kaki saat keluar rumah akan menyebabkan anak tertular cacing gelang. Cacing gelang juga dapat mengakibatkan anemia, karena ia menghisap darah dalam usus.

Maka itu, ajaklah anak untuk selalu membersihkan tangan dan kaki setelah bermain di luar rumah. Biasakan pula anak untuk selalu memakai alas kaki saat bermain.

3. Memasukkan tangan ke mulut

Cacing kremi sudah tidak asing lagi mungkin di telinga. Anak-anak dapat tertular cacing kremi jika telur cacing kremi menempel di tangan mereka dan kemudian memasukkan tangan mereka ke dalam mulut.

Mereka menelan telurnya, yang kemudian menuju ke usus bagian bawah tempat mereka tumbuh menjadi cacing. Cacing kemudian berpindah ke anus (bagian belakang, bawah) untuk bertelur.

4. Jarang memotong kuku

Kuku menjadi lokasi yang rentan ditempati oleh telur-telur cacing. Jari Si Kecil mungkin mengeruk tanah sambil bermain tanpa sadar bahwa telur cacing yang tak terlihat oleh mata itu terbawa ke kukunya.

Oleh karena itu, usahakan kuku anak tetap pendek dan bersih. Kuku cenderung tumbuh dengan cepat sejak bayi hingga balita, sehingga kuku mungkin perlu dipotong sesering sekali atau dua kali seminggu.

5. Mengonsumsi jajanan sembarangan

Kebiasaan jajan sembarangan akan berisiko menyebabkan anak cacingan, terlebih jika anak menyantapnya di pinggir jalan terbuka yang berdebu.

Bahkan lalat yang hinggap di makanan juga bisa membawa telur cacing. Belum lagi tangan para penjual makanan yang terkadang tidak bersih saat mengambil makanan. Itulah mengapa sebaiknya tidak membiasakan anak jajan di luar.

Sebaiknya bawa makanan dari rumah yang terjaga kebersihannya. Kalaupun ingin jajan, pilihlah tempat yang bersih, serta penjual yang menggunakan sarung tangan atau alat pencapit makanan untuk mengambil makanan.

6. Mengonsumsi daging yang belum matang

Mengonsumsi daging yang belum matang juga bisa menyebabkan cacing gelang pada anak. Karena pada beberapa hewan ada yang menyimpan cacing gelang pada tubuhnya. Kista cacing dapat hinggap di dalam daging sapi dan babi.

Apabila tidak dimasak hingga matang, kista tersebut akan masuk dan menetas di dalam usus anak. Maka itu, pastikan kamu selalu memasak daging dengan tingkat kematangan yang cukup di rumah supaya terhindar dari cacing gelang.

7. Bermain di perairan yang kotor

Cacing gelang juga memiliki siklus hidup di danau atau perairan yang kotor, karena umumnya fase larva cacing berada di air. Saat anak bermain atau berendam dalam air yang terkontaminasi larva cacing gelang, maka larva cacing tersebut akan masuk ke dalam tubuhnya melalui kulit.

Gelaja Anak Terinfeksi Cacingan

Sebagian besar kasus anak yang mengalami cacingan tidak menunjukkan gejala yang serius dan berbahaya. Bahkan, orang tua bisa tidak menyadari gejalanya dan kerap salah diagnosis dengan masalah kesehatan lainnya. Namun, orang tua tetap perlu tahu apa saja ciri-ciri anak cacingan.

Gejala yang paling khas adalah anak mengalami penurunan nafsu makan. Selain itu, ciri-ciri anak cacingan lainnya termasuk:

  • Pantat terasa gatal, dapat memerah dan meradang karena anak sering menggaruknya.
  • Terdapat cacing pada feses saat anak buang air besar.
  • Perut terasa kembung, keras, dan nyeri.
  • Mengeluarkan bunyi saat bernapas.
  • Mudah tersinggung.
  • Mengalami penurunan berat badan.
  • Tidur menjadi tidak nyenyak.

Lakukan Pencegahan Dini

Infeksi cacingan bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Inilah sebabnya, setelah mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak, orang tua juga perlu mengetahui bagaimana cara pencegahan infeksi parasit satu ini. Pastikan untuk melakukan hal-hal berikut ini.

  • Ajak anak untuk selalu mencuci tangan setelah bermain, sebelum makan, dan setelah menggunakan kamar mandi.
  • Selalu ganti pakaian setiap hari.
  • Ganti dan cuci seprai setidaknya setiap seminggu sekali.
  • Hindari mengizinkan anak untuk bermain pasir atau lumpur.
  • Jaga kebersihan rumah dan lingkungan setiap saat.
  • Ajak anak untuk menjaga kebersihan kuku dan area genital.
  • Memasak sayuran dan buah sampai matang sebelum mengonsumsinya.
  • Berikan obat cacing pada anak.

Jangan lupa, cek secara berkala kondisi kesehatan anak. Apabila orang tua mendapati adanya gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan kesehatan lebih mendetail.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.