Akurat

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Sinergi Kemitraan

Erizky Bagus | 31 Agustus 2023, 12:30 WIB
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Sinergi Kemitraan

AKURAT.CO, Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi), program kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia, menyelenggarakan acara Kemitraan untuk Pembelajaran dengan tema “Bahu Membahu Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa”.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga non-pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dalam bidang literasi, numerasi, dan inklusi melalui mekanisme hibah. 

Program-program tersebut telah dijalankan di empat provinsi mitra Inovasi, yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara. Hasilnya, kolaborasi ini telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan di masing-masing daerah.  

Dalam sambutannya, Direktur Program Inovasi Mark Heyward, mengatakan bahwa meskipun Program Inovasi Fase II akan berakhir, upaya keberlanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dapat diteruskan lembaga mitra dan Pemerintah daerah. 

Sebanyak 251 siswa PAUD dari 10 sekolah di Kabupaten Nagekeo menjadi lebih siap untuk naik ke jenjang SD. 

Sementara kemampuan membaca dari sekitar 768 siswa kelas awal dari 10 SD meningkat di setiap kategori (mengenal huruf, membaca lancar, membaca pemahaman) hingga hampir 100%. Penggunaan pendekatan ini juga berhasil membawa hampir 70% siswa mampu menulis.

Adapun Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) turut serta dalam upaya mendukung kesetaraan gender. Salah satu usahanya adalah menciptakan program Sekolah Dasar Responsif Gender (SDRG) dengan menyediakan pembalut dan tempat sampah tertutup di toilet khusus siswa perempuan, membuat siswa laki-laki dan perempuan sama-sama bertanggung jawab dalam piket kelas. 

Baca Juga: Kemendikbud Dorong Kreativitas Pembelajaran Siswa melalui Program INOVASI

Terkait dengan kelanjutan kemitraan, pesan penting tentang esensialnya kolaborasi dan kemitraan dalam menjaga pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan hasil belajar disampaikan oleh Nikolasia Budiman, Manager Unit Pendidikan Dasar di Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada pembukaan acara Kemitraan untuk Pembelajaran. 

“Melalui forum ini, saya berharap semangat kemitraan yang terjalin dapat terus mendorong Indonesia maju. Perwakilan pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil yang hadir saat ini memiliki peran strategis dalam mempertahankan semangat gotong royong guna meningkatkan kualitas pendidikan anak Indonesia,” jelas Nikolasia.

“Semangat dan praktik baik gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan Kemitraan untuk Pembelajaran pada hari ini perlu untuk terus dilanjutkan. Karena itu saya meminta pemerintah daerah dapat terus melanjutkan kerjasama dengan mitra pembangunan lokal untuk mencapai target-target pembangunan daerah,” timpal Rachmadi Widdiharto, selaku Direktur Guru Pendidikan Dasar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Terdapat total 19 mitra yang aktif berpartisipasi dalam acara Kemitraan untuk Pembelajaran ini, termasuk Dikdasmen Muhammadiyah, Litara, Taman Bacaan Pelangi, Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI), Yayasan Tunas Aksara, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Mataram, IAI Hamzanwadi NW Lombok Timur, Universitas Muhammadiyah Malang, STKIP Taman Siswa Bima, Sulinama, UNAIR, Sekolah Abdi Kasih Bangsa, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), STKIP Paracendikia, Universitas Hamzanwadi, STKIP Citra Bakti, Bookbot, ACER. Para mitra INOVASI mempersembahkan program-program yang telah dilaksanakan, termasuk dampak dan perubahan yang telah dicapai.

Pada sesi berbagi, Billy Mambrasar yang merupakan Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar serta pendiri Yayasan Kitong Bisa lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan untuk anak-anak di Papua memaparkan pengalamannya dalam mendukung Pemerintah Pusat dan daerah. 

“Sebelum bergabung sebagai Staf Khusus Presiden, saya adalah aktivis pendidikan yang bergerak di pendidikan non-formal untuk anak-anak dan remaja melalui Yayasan Kitong Bisa di Papua. Yayasan Kitong Bisa berfokus kepada life-skill dan literasi yang hingga saat ini sudah menjangkau 5.000 anak tiap tahunnya,” tutup Billy. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.