Pengasuhan Yang Positif Melindungi Dari Efek Stres Pada Anak-anak

AKURAT.CO, Studi baru menunjukkan bahwa pengasuhan yang hangat dan suportif dapat menahan efek stres selama masa kanak-kanak dan remaja.
Itulah intisari dari studi terbaru kami, yang diterbitkan dalam jurnal PNAS Nexus.
Beberapa anak dan remaja yang mengalami peristiwa stres seperti kekerasan fisik atau penelantaran memiliki lebih sedikit jaringan di daerah otak yang disebut hippocampus.
Hippocampus memainkan peran penting dalam pembelajaran dan memori dan juga bersifat sangat rentan terhadap stres.
Namun, dalam penelitian kami, kami tidak menemukan hubungan antara peningkatan stres dan berkurangnya jaringan otak di hippocampus untuk anak muda yang memiliki lebih banyak kehangatan dari pola pengasuhan mereka.
Mengasuh secara positif mencakup berbagai teknik yang hangat dan mendukung seperti memberikan pujian untuk melakukan sesuatu dengan baik, dukungan emosional dan kasih sayang.
Bandingkan ini dengan teknik pengasuhan yang keras, seperti berteriak dan hukuman fisik. Sebagai langkah pertama, kami mengeksplorasi apakah pola asuh positif melindungi dari hubungan antara stres, masa kanak-kanak, dan masalah perilaku pada anak-anak.
Kami menganalisis pemindaian otak dari hampir 500 anak berusia antara 10 dan 17 tahun menggunakan data dari proyek yang disebut Jaringan Otak Sehat.
Kami mengukur jaringan otak menggunakan pencitraan resonansi magnetik struktural, atau MRI, sebuah teknik yang memungkinkan kami untuk melihat ukuran wilayah otak.
Untuk mengukur stres, kami menanyai anak-anak tentang jumlah peristiwa negatif yang mereka alami di seluruh konteks keluarga, komunitas, dan sekolah, dan seberapa tertekannya masing-masing peristiwa itu membuat mereka tertekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





