DPR Usulkan Pelarangan Penggunaan Gawai dan Internet bagi Anak di Bawah 16 Tahun

AKURAT.CO Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan pelarangan total penggunaan gawai dan akses internet bagi anak di bawah usia 16 tahun, bukan sekadar pembatasan.
Usulan ini meniru aturan ketat penggunaan gawai yang telah diterapkan di pesantren.
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menilai maraknya penggunaan gawai dan internet di kalangan anak-anak sudah sangat memprihatinkan.
Banyak orang tua kesulitan mengontrol anak-anak mereka dalam menggunakan perangkat tersebut.
"Pemerintah harus tegas dalam mengatur penggunaan gawai dan akses internet. Saya usulkan bukan hanya pembatasan, tapi pelarangan secara tegas," ujar Oleh Soleh dalam keterangan tertulis, Minggu (9/2/2025).
Baca Juga: DPRD DKI Minta ASN Tak Gunakan LPG 3 Kg: Bukan Sasaran Subsidi
Menurut Oleh, jika hanya diberlakukan pembatasan, aturan tersebut masih bisa diakali oleh anak-anak.
"Misalnya, jika pembatasan hanya berlaku bagi anak di bawah 16 tahun, anak berusia 14 tahun masih bisa meminjam akun temannya yang lebih tua," jelas legislator asal Dapil Jawa Barat XI itu.
Ia juga menyoroti kemungkinan anak menggunakan akun palsu untuk mengakses internet.
"Kalau pembatasan hanya berdasarkan akun, anak bisa membuat atau meminjam akun lain. Hari ini kita bisa memiliki satu akun asli di media sosial, tapi juga bisa memiliki ratusan akun palsu," tambahnya.
Oleh mengusulkan agar aturan pelarangan penggunaan gawai dan internet bagi anak di bawah 16 tahun diterapkan dalam waktu-waktu tertentu. Ia yakin kebijakan ini bisa berjalan dengan baik.
"Pelarangan seperti ini sudah diterapkan di banyak pondok pesantren. Jika orang tua ingin menghubungi anaknya, mereka bisa melakukannya melalui pengurus atau ustaz yang bertanggung jawab," terangnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut terbukti efektif dalam membangun karakter anak dan meningkatkan fokus belajar mereka.
Baca Juga: Tiga Pertimbangan Prabowo Sebelum Reshuffle Kabinet: Subjektivitas, Kinerja, dan Faktor Politik
"Hasilnya sangat maksimal. Anak-anak jadi lebih fokus dalam belajar dan perkembangan karakter mereka juga lebih baik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









