Apa Itu Etanol? Aman atau Berbahaya Jika Dicampurkan ke BBM? Ternyata Ini Dampaknya

AKURAT.CO Etanol adalah senyawa alkohol yang bisa digunakan sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM).
Dalam dunia otomotif, etanol berfungsi meningkatkan angka oktan dan membantu pembakaran menjadi lebih bersih.
Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah mulai mengembangkan program bioetanol untuk mendukung energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Campuran ini biasanya dikenal dengan kode E5, E10, hingga E20, yang menandakan persentase etanol di dalam bensin.
Kenapa Etanol Dicampurkan ke BBM?
Dikutip dari berbagai sumber, pencampuran etanol ke BBM memiliki beberapa tujuan utama:
Baca Juga: Aturan Mandatori E10 Digodok, Bahlil: Banyak Negara Sudah Gunakan Etanol
- Meningkatkan angka oktan agar pembakaran lebih sempurna dan mesin tidak mudah knocking.
- Mengurangi emisi gas buang berbahaya seperti karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon.
- Mendukung transisi energi hijau, karena etanol berasal dari bahan nabati seperti tebu dan singkong.
Program ini sejalan dengan upaya global menuju bahan bakar ramah lingkungan atau biofuel blend.
Bahaya atau Tidak Jika Etanol Dicampurkan ke BBM?
Pertanyaan yang sering muncul: Apakah aman jika etanol dicampur dengan bensin untuk kendaraan bermotor?
Jawabannya: aman, selama kadarnya sesuai dan kendaraan mendukung.
Dikutip dari berbagai sumber, kadar etanol rendah seperti E5 atau E10 masih aman digunakan untuk sebagian besar kendaraan keluaran baru.
Namun, campuran etanol yang terlalu tinggi bisa menimbulkan beberapa dampak negatif, terutama bagi kendaraan lama.
Dampak Etanol Dicampurkan ke Kendaraan Bermotor
Dampak Positif Etanol pada BBM
Baca Juga: Kisruh BBM, Pertamina Tegaskan Pertalite Tidak Mengandung Etanol
- Meningkatkan performa mesin berkat angka oktan yang lebih tinggi.
- Pembakaran lebih bersih dan efisien, sehingga mengurangi emisi berbahaya.
- Mendukung energi terbarukan karena bahan baku etanol berasal dari tanaman.
Dampak Negatif Jika Berlebihan
- Konsumsi BBM meningkat, karena etanol punya energi lebih rendah dibanding bensin murni.
- Mesin lebih sulit menyala di suhu dingin (efek cold start).
- Potensi korosi pada tangki, pipa bahan bakar, dan komponen logam karena etanol menyerap air.
- Efisiensi mesin menurun bila kadar etanol tinggi tanpa penyesuaian teknis.
Apakah Mobil dan Motor Aman Pakai BBM Mengandung Etanol?
Baca Juga: Wajib Tahu! Etanol Jadi Tren Global Campuran BBM Ramah Lingkungan
Mobil modern seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Mitsubishi Xpander masih aman menggunakan bensin yang mengandung etanol hingga 10% (E10).
Namun, kendaraan lawas atau yang belum didesain untuk bahan bakar alkohol bisa mengalami masalah seperti seal bocor, selang getas, dan korosi.
Karena itu, penting untuk mengikuti rekomendasi pabrikan terkait jenis BBM yang disarankan.
Berapa Batas Aman Campuran Etanol di BBM?
Di banyak negara, kadar etanol umum berada pada level E5 hingga E10. Di atas kadar itu, misalnya E15–E20, kendaraan biasanya membutuhkan modifikasi sistem bahan bakar agar tidak menimbulkan kerusakan.
National Renewable Energy Laboratory (NREL) menyebutkan, kadar etanol moderat bisa menekan emisi tanpa menurunkan performa, asalkan mesin dan material kendaraan kompatibel.
Baca Juga: Bahlil Godok Aturan BBM Campuran Etanol 10%
Jadi, sebelum kamu mengisi bensin di SPBU, cek dulu kandungan etanol pada BBM yang kamu pakai.
Gunakan jenis bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar kendaraan tetap awet, efisien, dan ramah lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









