Apakah Mobil Listrik Perlu Ganti Oli? Simak Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Mobil listrik kini semakin diminati di Indonesia. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta mencari kendaraan dengan biaya yang lebih efisien.
Namun, muncul pertanyaan yang sering diajukan calon pengguna. Salah satunya adalah apakah mobil listrik memerlukan penggantian oli seperti halnya mobil berbahan bakar bensin atau diesel.
Pada mobil konvensional, oli mesin memiliki fungsi vital. Cairan ini melumasi komponen yang bergerak cepat di dalam mesin, mengurangi gesekan, sekaligus membantu menjaga suhu mesin tetap stabil.
Seiring pemakaian, kualitas oli akan menurun dan menjadi kotor. Karena itu, oli harus diganti secara rutin agar mesin terhindar dari kerusakan atau keausan dini.
Mobil listrik bekerja dengan cara yang berbeda. Alih-alih menggunakan mesin pembakaran internal, kendaraan ini digerakkan oleh motor listrik yang tidak memerlukan busi, piston, atau komponen pembakaran lainnya.
Karena tidak ada proses pembakaran dan minim gesekan mekanis, motor listrik tidak membutuhkan oli mesin. Inilah perbedaan mendasar yang membuat mobil listrik lebih sederhana dalam hal perawatan.
Apakah Mobil Listrik Perlu Oli?
Jawaban singkatnya adalah "tidak". Mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin karena tidak memiliki mesin berbahan bakar fosil yang membutuhkan pelumasan.
Meski demikian, bukan berarti mobil listrik bebas perawatan. Ada beberapa cairan lain yang tetap harus diperhatikan secara berkala agar kendaraan tetap aman digunakan.
Dikutip dari laman resmi mobil MG, Kamis (2/10/2025), berikut cairan yang tetap harus dirawat dalam mobil listrik:
1. Cairan Rem
Mobil listrik tetap menggunakan sistem pengereman hidrolik. Cairan rem ini perlu diganti setiap 2-3 tahun agar sistem pengereman tetap optimal.
2. Cairan Pendingin (Coolant)
Baterai dan motor listrik membutuhkan pendinginan agar suhu tetap stabil. Coolant biasanya diganti setiap 40.000-50.000 km, sesuai petunjuk pabrikan.
3. Cairan Wiper
Cairan ini berfungsi menjaga visibilitas pengemudi. Meskipun sederhana, cairan wiper perlu diisi ulang secara rutin, terutama di musim hujan.
Perawatan Lain pada Mobil Listrik
Selain cairan, komponen lain juga perlu diperhatikan. Sistem kelistrikan seperti kabel, baterai dan terminal harus diperiksa secara berkala untuk menghindari gangguan.
Filter udara kabin juga tetap perlu diganti secara rutin. Komponen ini menjaga kualitas udara di dalam mobil agar tetap bersih dan sehat untuk penumpang.
Ban pada mobil listrik cenderung lebih cepat aus karena bobot kendaraan yang lebih berat. Oleh karena itu, tekanan angin ban sebaiknya dicek tiap dua minggu sekali dan rotasi ban dilakukan setiap 10.000 km.
Suspensi pun perlu diperhatikan karena berperan menjaga kenyamanan berkendara. Jika ada suara aneh atau getaran, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan.
Salah satu keuntungan utama mobil listrik adalah perawatannya yang lebih sederhana. Tidak ada lagi penggantian oli mesin, busi, maupun filter oli.
Dengan lebih sedikit komponen bergerak, risiko kerusakan pun lebih rendah. Hal ini membuat biaya perawatan mobil listrik lebih hemat dibanding mobil konvensional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









