8 Cara Perawatan Rem Cakram Motor Tetap Awet

AKURAT.CO Rem cakram pada kendaraan memiliki fungsi penting untuk mengurangi laju kendaraan.
Jika rem cakram mulai aus dan kehilangan fungsinya, maka hal tersebut dapat membahayakan bagi para pengendara.
Cara rem cakram bekerja adalah dengan menjepit piringan besi (cakram) menggunakan kampas rem untuk memperlambat putaran roda. Namun, seiring pemakaian rem cakram akan mengalami keausan.
Permukaan aus pada rem cakram biasanya disebabkan pada gaya berkendara yang terlalu agresif dengan pengereman mendadak, pemakaian kampas rem berkualitas rendah, debu dan kotoran yang menumpuk, serta jarang melakukan servis rutin.
Oleh karena itu, rem cakram menjadi komponen penting pada kendaraan dan perlu diperhatikan perawatannya agar tidak cepat rusak.
Berikut merupakan hal-hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan terhadap perawatannya.
Baca Juga: Ini Tips Perbaiki Rem Cakram Motor yang Macet
Bersihkan Rotor Cakram
Penurunan fungsi rem cakram dapat diakibatkan dari kotoran yang menumpuk di sekitar rotor cakram dan rakitan kaliper. Cara membersihkannya dapat melalui semprotan air jet atau pembersih rem khusus, seperti larutan alkohol isopropil.
Hindari pemakaian bensin, minyak tanah, atau solar karena akan meninggalkan minyak yang justru mengurangi daya cengkeram rem.
Bersihkan Permukaan Kampas Rem
Kotoran yang menumpuk pada kampas rem dapat dibersihkan dengan mengamplas atau menggosok kampas rem.
Jika kampas masih tebal, cukup amplas permukaannya agar lapisan baru yang lebih bersih dapat muncul, sehingga rem dapat bekerja lebih efektif lagi.
Baca Juga: Mengenal Fungsi Lubang-Lubang Kecil Pada Piringan Cakram dan Cara Merawat Rem Cakram
Periksa Kampas Rem Secara Rutin
Kondisi kampas rem dapat diperiksa melalui lubang kecil di kaliper.
Jika kampas mulai menipis, segera ganti kampas rem dan jangan ditunda. Kampas yang habis dapat membuat cakram tergesek langsung oleh besi dan merusak seluruh sistem rem, biaya perawatannya pun jauh lebih mahal.
Pasang Kampas Rem Baru dengan Benar
Jangan langsung gunakan motor untuk perjalanan jarak jauh setelah memasang kampas rem baru.
Gunakan kendaraan untuk perjalanan jarak dekat atau di jalanan sepi terlebih dahulu untuk memastikan kegunaan fungsi rem secara perlahan selama 8-10 kali. Hal ini dilakukan agar rem dapat terbiasa dan dapat menempel sempurna pada cakram.
Bleeding pada Sistem Rem
Bleeding merupakan kondisi pembuangan udara dari saluran rem hidrolik. Jika kondisi ini terus dibiarkan, tuas rem akan terasa lembek dan pengereman menjadi lemah.
Penangannya adalah dengan membuka baut bleeder pada kaliper kemudian tekan tuas rem agar udara keluar bersamaan dengan minyak rem.
Pastikan baut tidak terbuka saat tuas dilepas agar udara tidak masuk lagi. Selama proses ini, selalu isi ulang tangki minyak rem supaya tidak kosong.
Pastikan Minyak Rem Tetap Penuh
Tangki minyak rem biasanya berada pada dua tempat, yaitu pada stang untuk rem depan serta berada di dekat pijakan kaki untuk rem belakang. Pastikan minyak rem selalu terisi penuh sesuai batas.
Perlu diingat untuk mengisi minyak rem dengan hati-hati dan jangan sampai menetes ke body motor, karena minyak tersebut bersifat korosif.
Periksa Kondisi Kaliper
Kaliper terdapat dua jenis, yaitu mengambang pada model lama dan tetap pada model baru.
Periksa titik-titik pemasangan kaliper secara saksama untuk memastikan apakah terdapat retakan, ulir terkelupas, karat, atau lecet. Kampas rem yang semakin cepat habis menjadi tanda bahwa kaliper bermasalah.
Pastikan Kaliper Selaras
Terkadang kampas rem sering kali bergesekan dengan rotor meski tuas rem sedang tidak ditekan. Hal ini dapat disebabkan posisi kaliper yang tidak sejajar. Oleh karena itu, perlu pastikan kesejajaran kaliper agar kampas serta rotor tetap awet.
Perawatan rem cakram bukan hanya soal menjaga keawetan komponen, tetapi juga tentang keselamatan berkendara.
Dengan melakukan perawatan sederhana, performa pengereman akan tetap optimal.
Dewi Triana Rahmawati (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









