Terobosan Motor Kendaraan Listrik Bakal Pangkas Bobot, Tenaga Lebih Besar!

AKURAT.CO Baru-baru ini, para insinyur YASA, anak perusahaan Mercedes-Benz yang berbasis di Inggris, mengumumkan desain motor listrik inovatif yang berpotensi merevolusi masa depan kendaraan listrik (EV).
Motor baru ini dikembangkan dengan teknologi yang dinamakan axial flux, yang secara dramatis memperbesar rasio tenaga terhadap berat dan ukuran, memungkinkan kendaraan listrik menjadi jauh lebih ringan dan lebih efisien daripada desain motor tradisional.
Dilansir LiveScience, teknologi ini bukan hanya sekadar peningkatan, tetapi berpotensi mengubah paradigma desain EV secara global.
Motor inovatif ini memiliki bobot hanya sekitar 28 pounds (sekitar 12,7 kg) namun mampu menghasilkan tenaga jauh lebih besar dibandingkan motor konvensional di pasar saat ini.
Dalam uji awal yang dilakukan oleh tim pengembang, motor ini mampu menghasilkan tenaga hingga 1,000 horsepower, prestasi luar biasa untuk sebuah motor berukuran sangat kecil.
Desain ini memungkinkan integrasi motor langsung di dalam roda (in-wheel motor), menghilangkan banyak komponen mekanis tradisional seperti axle atau drive shaft yang selama ini menjadi bagian besar dari bobot kendaraan listrik.
Dampak langsung dari pendekatan ini sangat signifikan, karena motor lebih ringan dan lebih kompak, kendaraan listrik yang dibangun dengan teknologi tersebut bisa mengurangi bobot total mobil antara 440 hingga 1,100 pound (sekitar 200 hingga 500 kg) dibandingkan mobil listrik tradisional.
Pengurangan bobot sebesar itu tidak hanya membuat EV menjadi lebih gesit dan lebih cepat, tetapi juga memberikan keuntungan langsung pada efisiensi energi dan jangkauan baterai.
Kendaraan yang lebih ringan membutuhkan lebih sedikit energi untuk bergerak, sehingga baterai yang sama bisa membuat mobil berjalan lebih jauh tanpa pengisian ulang.
Selain itu, motor axial flux ini dirancang untuk bekerja lebih efektif dengan sistem regenerative braking, teknologi yang mengubah energi yang hilang saat pengereman menjadi listrik tambahan untuk baterai.
Dengan kemampuan regeneratif yang lebih baik, kendaraan dapat mengisi ulang baterai sedikit demi sedikit setiap kali mengerem, sehingga lagi-lagi memperluas jangkauan total berkendara.
Yang membuat kabar ini semakin menarik adalah bahwa teknologi tidak memerlukan material langka atau sangat mahal, membuatnya lebih mudah untuk diproduksi secara massal di masa depan.
Artinya, bukan hanya EV performa tinggi seperti supercar yang bisa mendapatkan manfaat dari desain ini, tetapi juga kendaraan listrik mainstream yang diminati konsumen setiap hari.
Dalam konteks industri otomotif yang sekarang sedang berjuang menurunkan biaya produksi dan menambah efisiensi, inovasi YASA bisa menjadi titik balik penting dalam kompetisi global EV.
Terutama karena inovasi semacam ini mendekatkan kita pada era di mana kendaraan listrik tidak lagi tergantung pada baterai raksasa semata, tetapi juga arsitektur motor yang secara fundamental lebih pintar dan lebih efisien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









