Sheikh Joaan Pimpin OCA, Raja Sapta Oktohari: Inisiatif Pemilihan Datang dari Indonesia

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyambut hangat terpilihnya Sheikh Joaan bin Hamad bin Khalifa Al Thani sebagai Presiden Olympic Council of Asia (OCA) periode 2026–2028.
Penunjukan secara aklamasi ini diputuskan dalam General Assembly OCA di Tashkent, Uzbekistan, Kamis (29/1).
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyebut terpilihnya Sheikh Joaan sebagai Ketua OCA menandai babak baru bagi perkembangan olahraga di Benua Kuning.
Baca Juga: OCA Bakal Bantu Perjuangkan Pencak Silat Tampil di Asian Games
Menurutnya, kesepakatan aklamasi ini diambil untuk menjamin kesinambungan organisasi menyusul kondisi kesehatan Presiden OCA sebelumnya, Raja Randhir Singh.
"Alhamdulillah, General Assembly OCA telah selesai dan secara aklamasi memilih Sheikh Joaan dari Qatar. Selamat kepada Sheikh Joaan. Ini akan membawa babak baru bagi Olympic Council of Asia," kata pria yang karib disapa Okto itu dalam keterangan yang diterima Akurat.co, Jumat (30/1).
Menariknya, Okto mengungkapkan desakan untuk melakukan pemilihan pemimpin baru merupakan inisiatif yang digulirkan oleh Indonesia sejak forum resmi OCA di Kuwait, Mei 2025 lalu.
Langkah ini diambil merujuk pada Konstitusi OCA Pasal 16.5, yang mengatur mekanisme pengisian jabatan jika Presiden berhalangan tetap atau sementara dalam menjalankan tugasnya.
"Inisiatif untuk menyerukan pemilihan Presiden OCA yang baru datang dari Indonesia. Kami resmi mengajukan usulan ini karena meyakini kepastian kepemimpinan sangat penting bagi stabilitas organisasi. Transisi ini mencerminkan komitmen kami memperkuat tata kelola di Asia," tegas Okto.
Okto menilai Sheikh Joaan sebagai sosok pemimpin muda karismatik dengan rekam jejak mumpuni.
Baca Juga: OCA Pertimbangkan Penjadwalan Ulang Asian Beach Games 2020
Komitmen Qatar yang menempatkan olahraga sebagai prioritas nasional diyakini akan memberikan dampak positif bagi penguatan posisi Asia di panggung dunia.
Apalagi, Asia merupakan benua dengan potensi raksasa, mulai dari jumlah penduduk hingga beragam multi-event bergengsi seperti Asian Games hingga Asian Winter Games.
"Dengan kepemimpinan yang tepat, seluruh potensi ini bisa dimonetisasi dan dikonsolidasikan menjadi kekuatan besar. Harapan kita, Asia dapat semakin terunifikasi dan dominan di kancah global," jelasnya.
Lebih lanjut, Okto menyebut terpilihnya Sheikh Joaan akan membawa keuntungan bagi Indonesia. Hubungan erat antara NOC Indonesia dan NOC Qatar selama ini menjadi modal kuat dalam menyelaraskan visi di tingkat regional.
"Saya mengenal Sheikh Joaan sudah cukup lama. Hubungan NOC Indonesia dan NOC Qatar sangat erat, bahkan sering disebut sebagai satu suara dan satu kekuatan," tutup Okto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla



