Akurat

Sehari Jelang Sidang Kasus Pemerkosaan, Putra Tertua Putri Mahkota Norwegia Kembali Ditangkap

Fitra Iskandar | 3 Februari 2026, 06:07 WIB
Sehari Jelang Sidang Kasus Pemerkosaan, Putra Tertua Putri Mahkota Norwegia Kembali Ditangkap

AKURAT.CO Putra tertua Putri Mahkota Norwegia, Marius Borg Hoiby, kembali ditangkap polisi terkait dugaan pelanggaran baru, Senin (2/2), sehari sebelum persidangan kasus yang menjeratnya dimulai. Perkara ini menjadi sorotan luas dan dinilai mencoreng citra keluarga kerajaan Norwegia.

Dalam pernyataan resmi, kepolisian menyebut Hoiby ditangkap pada Minggu malam atas tuduhan penganiayaan, ancaman menggunakan pisau, serta pelanggaran perintah larangan mendekat. Media Norwegia melaporkan dugaan tindak pidana itu terjadi pada akhir pekan lalu.

Pengadilan distrik Oslo pada Senin mengabulkan permintaan jaksa untuk menahan Hoiby hingga empat pekan ke depan dengan alasan berisiko mengulangi perbuatannya.

Pengacara pembela Petar Sekulic mengatakan penangkapan dilakukan setelah terjadi “insiden” yang melibatkan orang lain pada Minggu. Ia tidak merinci detail kejadian, namun menyatakan kliennya menolak penahanan tersebut dan tim hukum sedang mempertimbangkan pengajuan banding setelah keterangan para pihak diambil polisi.

Menurut Sekulic, dengan persidangan yang mulai digelar Selasa, pemeriksaan tambahan kemungkinan baru bisa dilakukan saat jeda sidang akhir pekan ini.

Dalam dakwaan di Pengadilan Oslo, Hoiby menghadapi 38 tuntutan, termasuk pemerkosaan, kekerasan dalam hubungan dekat terhadap mantan pasangan, tindakan kekerasan terhadap pasangan lain, serta kepemilikan dan pengangkutan sekitar 3,5 kilogram ganja. Dakwaan lain mencakup ancaman pembunuhan dan pelanggaran lalu lintas.

Hoiby sebelumnya beberapa kali ditangkap sepanjang 2024 dalam berbagai kasus dugaan pelanggaran hukum. Ia didakwa pada Agustus lalu, namun tidak ditahan sambil menunggu persidangan hingga penangkapan terbaru pada Minggu.

Hoiby merupakan putra Putri Mahkota Mette-Marit dari hubungan sebelumnya dan anak tiri Putra Mahkota Haakon. Ia tidak memiliki gelar kerajaan maupun tugas resmi kenegaraan.

Surat dakwaan menyoroti empat dugaan pemerkosaan yang terjadi antara 2018 hingga November 2024, dugaan kekerasan dan ancaman terhadap mantan pasangan pada 2022–2023, serta dua dugaan kekerasan terhadap pasangan berikutnya, termasuk pelanggaran perintah larangan mendekat. Tim kuasa hukum menyatakan Hoiby membantah seluruh tuduhan pelecehan seksual dan sebagian besar tuduhan kekerasan.

Putra Mahkota Haakon menyatakan dirinya dan Mette-Marit tidak akan menghadiri persidangan dan keluarga kerajaan tidak akan memberikan komentar selama proses hukum berlangsung. Ia menegaskan Hoiby bukan bagian dari institusi kerajaan dan sebagai warga negara memiliki hak serta kewajiban yang sama di hadapan hukum.

Perkara ini muncul di tengah sorotan baru terhadap Putri Mahkota Mette-Marit terkait dokumen kasus Jeffrey Epstein. Dokumen terbaru memuat sejumlah penyebutan namanya, termasuk korespondensi email dan catatan bahwa ia pernah meminjam properti milik Epstein di Palm Beach, Amerika Serikat, pada 2013 melalui seorang kenalan bersama.

Dalam pernyataan resmi, Mette-Marit mengaku menyesal tidak menelusuri latar belakang Epstein lebih jauh. Ia menyebut keputusannya saat itu sebagai penilaian yang buruk dan menyampaikan simpati kepada para korban.

Sorotan negatif terhadap keluarga kerajaan Norwegia juga datang dari aktivitas bisnis Putri Martha Louise, saudari Haakon, yang berulang kali menuai kritik. Pada 2024, di tengah ramainya pemberitaan kasus Hoiby, ia menikah dengan warga Amerika Serikat yang mengaku sebagai praktisi spiritual, Durek Verrett.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.