Akurat

Pertamina Siapkan Rute Alternatif Hadapi Konflik Israel-Iran

Camelia Rosa | 17 Juni 2025, 19:50 WIB
Pertamina Siapkan Rute Alternatif Hadapi Konflik Israel-Iran


AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) mengaku telah meningkatkan kewaspadaan dan juga pemantauan secara berkala dalam merespon memanasnya eskalasi perang antara Israel dan Iran.

Vice President Corporate Communication, Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan monitoring berkala itu juga dilakukan pada pergerakan kapal-kapal tanker perseroan, khususnya yang memasok minyak mentah ke Indonesia.

"Kami sudah memantau melalui Pertamina Internasional Shipping, seluruh kapal-kapal khususnya yang berlayar di rute internasional saat ini masih dalam kondisi aman," jelasnya ketika ditemui usai peluncuran Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Akibat Konflik Israel-Iran, Ekonomi RI Terancam Tertekan

Fadjar mengakui, pihaknya juga sudah menyiapkan rute alternatif atau reroute jika eskalasi konlik tersebut nantinya mengganggu jalur distribusi atau pelayaran Pertamina.

"Tapi nanti jika memang terjadi eskalasi konflik yang dapat mengganggu jalur distribusi atau jalur pelayaran kapal-kapal kami, kami sudah menyiapkan skenario alternatif, rute alternatif melalui beberapa titik yang kita harapkan tidak mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah dan sekitarnya ke Indonesia," tuturnya.

Fadjar menambahkan, di tengah eskalasi konflik saat ini, Pertamina juga memiliki sumber pasokan minyak mentah yang tidak hanya bergantung dari satu negara tertentu.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Usai Israel Gempur Iran, Pasar Global Bergejolak!

"Kami memiliki sistem yang lebih fleksibel, jadi ketika memang terjadi hampatan di satu titik, kami mempunyai alternatif sumber yang bisa dijadikan pasokan energinya. Jadi kami memastikan bahwa pasokan energi ke Indonesia tetap aman," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.