Akurat

Utang Luar Negeri RI Turun Jadi USD395, 1 M Di Agustus 2023

Aris Rismawan | 16 Oktober 2023, 13:35 WIB
Utang Luar Negeri RI Turun Jadi USD395, 1 M Di Agustus 2023

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mecatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia menurun menjadi USD395,1 miliar pada akhir Agustus 2023 dibandingkan dengan ULN di Akhir Juli 2023 sebesar USD397,1 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan bahwa secara tahunan ULN Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,8% (year on year/yoy) atau lebih dalam dengan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 0,7% (yoy).

“Penurunan posisi ULN ini bersumber dari ULN sektor publik dan swasta,” kata Erwin dikutip dari keterangan tertulis, Senin (16/10/2023).

Baca Juga: Turun Tipis, ULN RI Capai USD403,1 Miliar Pada April 2023

Lebih merinci, posisi ULN pemerintah pada akhir Agustus 2023 tercatat akhir Agustus 2023 tercatat sebesar USD191,6 miliar atau turun dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar USD193,2 miliar atau secara tahunan tumbuh melambat menjadi 3,6% (yoy) dari periode sebelumnya sebesar 4,1% (yoy).

Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring dengan volatilitas di pasar keuangan global yang tinggi.

“Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel,” ucap Erwin.

Sehingga, Erwin menyampaikan bahwa posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN pemerintah.

Sementara dari sisi swasta, posisi ULN tersebut juga menurun pada akhir Agustus 2023 menjadi USD194,3 miliar dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar USD194,5 miliar. Hal tersebut meneruskan kontraksi pertumbuhan swasta sebesar 5,2% (yoy) dari bulan sebelumnya sebesar 5,5%(yoy).

“ULN swasta ini terutama disebabkan oleh makin dalamnya kontraksi pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) menjadi 5,1 persen (yoy) dibandingkan dengan kontraksi 4,3 persen (yoy) pada periode sebelumnya,” ungkap Erwin.

Oleh karena itu, Erwin melaporkan, struktur ULN Indonesia tetap sehat yang tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,1% dari 29,2% pada bulan sebelumnya, serta masih didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 87,4% dari total ULN.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.