Akurat

RI Sebagai Negara Agraris, Kenapa Perlu Impor Beras?

Eko Krisyanto | 27 September 2023, 16:31 WIB
RI Sebagai Negara Agraris, Kenapa Perlu Impor Beras?

AKURAT.CO, Indonesia sebagai negara agraris yang bergantung pada sektor pertanian. Beras menjadi salah satu komoditas utama yang dihasilkan oleh sektor pertanian.

Beras juga menjadi makanan pokok bagi sejumlah masyarakat Indonesia serta untuk memertahankan pangan nasional. Meskipun demikian, produksi beras seringkali menghadirkan tantangan tersendiri. Hal tersebut membuat pemerintah secara konsisten bekerja keras dalam meningkatkan ketahanan pangan, terutama yang berfokus pada peningkatan produksi dalam negeri.

Namun, meskipun memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, Indonesia seringkali perlu mengimpor beras. Padahal Indonesia sebagai negara agraris yang hidupnya berdampingan dengan sektor pertanian. Kenapa perlu impor beras?

Pertanian di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan fluktuasi harga komoditas pertanian. Selain itu, perubahan demografi yang cepat dan urbanisasi telah mengurangi lahan pertanian yang tersedia.

Semua ini menyebabkan produksi beras dalam negeri seringkali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus bertambah.

Baca Juga: Rencana Impor Beras Dari China, IKAPPI: Kurang Tepat, Kasian Petani! Harusnya Pemerintah Lakukan Ini

Menurut aturan, lembaga logistik pangan RI Bulog, setidaknya harus memastikan 1 juta ton cadangan beras. Namun serapan beras dalam negeri masih belum optimal.

Selain itu, jumlah produksi dari petani di Indonesia terkadang masih kurang efisen dan kalah murah dengan beras impor yang kualitasnya sama. Hal ini terjadi karena banyaknya perantara yang membuat mark up harga di setiap levelnya jadi mahal.

Perubahan dalam pola konsumsi juga memainkan peran penting. Perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia dapat memengaruhi permintaan beras. Misalnya, jika ada peningkatan konsumsi makanan olahan yang memerlukan beras sebagai bahan baku, permintaan beras bisa melonjak tajam.

Faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah perubahan demografi dan urbanisasi. Indonesia mengalami pertumbuhan populasi yang cepat, dan sebagian besar pertumbuhan ini terjadi di daerah perkotaan. Hal ini berdampak pada lahan pertanian yang semakin berkurang karena konversi lahan menjadi pemukiman dan infrastruktur perkotaan. Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian, produksi beras dalam negeri juga menjadi terbatas.

Baca Juga: Puji Ketegasan Mendag Larang Impor Beras Per Maret 2023, KRKP: Terobosan Berdampak Positif

Dari permasalahan di atas, pemerintah harus mengambil tindakan dengan melakukan impor beras sebagai langkah untuk menjaga cadangan beras di dalam negeri serta menstabilkan harga beras.

Impor beras juga dapat berperan dalam menjaga keamanan pangan. Ketika produksi beras dalam negeri tidak mencukupi, impor beras dapat mengisi celah tersebut dan mencegah kemungkinan kelaparan dan kekurangan pangan. Hal tersebut penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman kelaparan dan kekurangan gizi.

Namun, pemerintah juga harus memerhatikan aspek kualitas beras yang diimpor.

Kualitas beras yang baik adalah hal yang penting untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan makanan yang aman dan bergizi. Oleh karena itu, pengawasan dan regulasi yang ketat terhadap beras impor sangat diperlukan.

Secara keseluruhan, impor beras memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga stabilitas harga di Indonesia. Namun, langkah-langkah strategis juga harus diambil untuk mengurangi ketergantungan ini, termasuk peningkatan produksi dalam negeri, diversifikasi pangan, dan investasi dalam pertanian berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang berimbang, Indonesia dapat mencapai kedaulatan pangan yang lebih besar dan mengurangi ketergantungan pada impor beras. (Dani Zahra Anjaswari)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R