AKURAT.CO, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pengasapan atau fogging di Dusun Sigran I, Desa Tirtorahayu, Kecamatan Galur untuk menekan penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami di Kulon Progo, Rabu (02/06/2021) mengatakan di dusun itu sedikitnya ada 15 warga yang terkena DBD dan di lingkungan tempat tinggal mereka ditemukan angka bebas jentiknya mencapai 90 persen.
Ia menjelaskan, petugas puskesmas telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) pada Senin (31/05/2021) bersama lintas sektoral, hasil penyelidikan epidemiologi bahwa angka bebas jentik mencapai (ABJ) 90 persen dan banyak ditemukan nyamuk di lingkungan sekitar masyarakat.
"Petugas kesehatan juga telah melakukan koordinasi dengan masyarakat untuk persiapan pengasapan, sekaligus dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penilaian angka bebas jentik (ABJ) ulang. Hari sebelumnya didapat ABJ 90 persen dan pengasapan akan optimal bila ABJ di atas angka 95 persen. Rencananya, kami akan melakukan pengasapan hari ini," kata Sri Budi Utami.
Ia mengatakan berdasarkan laporan petugas, jumlah kasus yang terlapor dari rumah sakit yang merawat, ada tiga kasus dengue haemorrhagic feverdemam (DHF)/demam berdarah dengue (DBD), satu panas dengan trombosiropeni, 11 DF/DB derajat yang lebih ringan dibanding DHF/DBD. Selanjutnya, jumlah warga Dusun Sigran sebanyak enam orang yang dirawat di RS UII Bantul tiga orang, Rizki Amalia Lendah dua orang, dab Pura Raharja satu orang.
Kemudian, ada tiga orang yang masuk kategori demam berdarah dengue dirawat RSUD Wates dalam kondisi baik. Usia penderita semua dewasa, paling muda 23 tahun dan paling tua 78 tahun.
"Tidak ada korban meninggal dalam kasus DBD di Sigran I ini," katanya.
Sri Budi Utami mengatakan pihaknya sudah meminta petugas kesehatan di puskesmas untuk meningkatkan kembali dalam memberikan edukasi masyarakat berupa gerakan PSN secara mandiri di lingkungan rumah masing masing.
"Kami juga meminta mereka melakukan edukasi tentang kemungkinan potensi ganda infeksi antara COVID-19 dan DBD," katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kulon Progo Agus Supriyanta yang rumahnya dekat dengan lokasi mengatakan petugas Puskesmas Galur I sudah bergerak cepat dalam penanganan DBD di Sigran I.
Petugas selalu melakukan komunikasi dengan pemerintah desa dan kepala dusun untuk memantau perkembangan kasus DBD dan gerakan PSN di masyarakat.
"Kami mendukung langkah petugas melakukan pengasapan karena warga yang terkena DBD cukup tinggi, lebih dari 15 orang, meski hanya masuk dalam gejala. Hal yang mengkhawatirkan adalah ketidaktahuan masyarakat soal potensi ganda infeksi antara COVID-19 dan DBD yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat," katanya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta




