Puan Soroti Lonjakan DBD, Pencegahan hingga Tingkat RT Harus Diperkuat

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD). Pemerintah diminta memperkuat peran Puskesmas dan kader jumantik (Juru Pemantau Jentik), untuk membantu mencegah penyebaran berkembangnya jentik nyamuk.
"Perubahan iklim dan fenomena cuaca, termasuk kemarau panjang dan pancaroba, dapat menyebakan berkembangbiaknya jentik nyamuk. Upaya pencegahan harus dimaksimalkan, termasuk di lingkungan terkecil di setiap rumah tangga," kata Puan dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Diketahui, kasus DBD mengalami kenaikan di sejumlah daerah seperti di Jakarta dan Kota Bekasi. Bahkan di media sosial, warga banyak mengeluhkan 'serangan' nyamuk yang cukup ganas di musim kemarau ini.
Baca Juga: 9 Langkah Mudah Membersihkan Bak Mandi, Bebas dari Jentik Nyamuk DBD
Di Jakarta, sebanyak 1.314 kasus DBD ditemukan di Jakarta Selatan hingga September 2026, dan 1.591 kasus sampai Agustus lalu. Dinas Kesehatan Jakarta pun telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 35 Tahun 2026 tentang Pencegahan DBD Melalui Sinergi Lintas Sektor dan Integrasi Data dalam Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD.
Kenaikan kasus DBD juga terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan total 2.250 kasus untuk periode Januari-September 2026. Di Tulungagung, Jawa Timur, terdapat 315 kasus DBD selama 9 bulan terakhir, di mana 2 di antaranya meninggal dunia.
Untuk itu, dia meminta Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan melakukan pemetaan secara menyeluruh, untuk mengetahui sebaran penyakit DBD. "Data tersebut perlu menjadi dasar menentukan wilayah yang membutuhkan penguatan pencegahan dan pelayanan," ungkapnya.
Meskipun Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dapat menekan Case Fatality Rate (CFR) atau jumlah orang yang meninggal karena sakit DBD, Puan mengingatkan upaya pengendalian penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus itu harus tetap menjadi perhatian.
Baca Juga: Merdeka dari DBD: Setelah 58 Tahun, Siapkah Indonesia Wujudkan Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030?
"Adanya angka penurunan kasus DBD dibandingkan tahun lalu juga perlu dipertahankan melalui pengendalian yang lebih terarah," tutur Puan.
Sementara sebagai langkah antisipasi melonjaknya kasus DBD jelang musim hujan, dia mendorong Kementerian Kesehatan mendukung pemerintah daerah memetakan penularan sampai tingkat kelurahan dan lingkungan. "Pemetaan perlu menghubungkan laporan kasus, hasil pemeriksaan jentik, serta kondisi tempat perkembangbiakan nyamuk agar tindakan dapat diarahkan pada sumber risiko yang ditemukan," ungkapnya.
"Setiap laporan kasus perlu membantu petugas mengenali lingkungan yang membutuhkan penanganan. Warga harus mengetahui siapa yang dapat dihubungi dan tindakan apa yang akan dilakukan setelah laporan diterima," imbuh Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 6Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








