Sekolah dan Kuliah Bakal Gratis! Qodari Ungkap Strategi Prabowo Robohkan Tembok Pemisah Ekonomi Lewat Pendidikan

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmen seriusnya dalam merombak wajah pendidikan nasional agar dapat dinikmati oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan, rencana kebijakan pendidikan gratis dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi dirancang khusus untuk membangun ekosistem belajar yang inklusif dan merata.
Langkah masif ini dinilai bakal menjadi solusi tuntas bagi anak-anak Indonesia dari berbagai kalangan ekonomi.
Dengan ditiadakannya hambatan finansial, setiap anak kini memiliki hak dan peluang yang setara untuk mengenyam pendidikan berkualitas tinggi.
"Pendidikan gratis menghilangkan biaya, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas agar setiap anak Indonesia dapat memperoleh pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga," ujar Qodari dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Kebijakan pembebasan biaya ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi puncak dari rangkaian transformasi besar yang tengah digenjot pemerintah.
Saat ini, percepatan perbaikan infrastruktur terus dikebut melalui program revitalisasi sekolah serta distribusi Papan Interaktif Digital (PID) ke berbagai penjuru daerah.
Tidak hanya itu, atas inisiatif langsung Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah menghadirkan berbagai model institusi pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik anak bangsa. Sejumlah program unggulan tersebut meliputi:
Sekolah Nasional Terintegrasi: Bertujuan mendekatkan akses layanan pendidikan bermutu langsung ke daerah-daerah.
Sekolah Rakyat: Program afirmasi khusus untuk memperluas akses belajar bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Sekolah Unggul Garuda: Wadah khusus untuk mengasah dan mewadahi talenta-talenta unggul bangsa bersaing di kancah global.
Kesejahteraan Guru Jadi Fokus Utama
Pemerintah menyadari bahwa infrastruktur dan pembebasan biaya tidak akan berdampak maksimal tanpa hadirnya tenaga pendidik yang mumpuni.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas, profesionalitas, serta kesejahteraan guru ditempatkan sebagai pilar krusial dalam peta jalan pendidikan nasional.
Baca Juga: Demo Buruh Hari Ini di Jakarta: Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas, Cek Jalur Alternatifnya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel






