Bahas Munas ICMI, Ketua DPD Soroti Regulasi AI dan Masa Depan Demokrasi

AKURAT.CO Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendorong kerja sama dengan sejumlah lembaga seperti Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), untuk membahas isu-isu besar terkait kondisi nasional.
Untuk itu, Ketua DPD, Sultan B. Najamudin, menyambut baik rencana pelaksanaan Musyawarah Nasional ICMI yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Menurutnya, Munas ICMI tidak hanya penting sebagai forum organisasi, tetapi juga harus menjadi momentum untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi bangsa.
"Yang penting bukan hanya muktamarnya, tetapi juga isu-isu yang akan mulai kita kembangkan," kata Sultan, usai pertemuan dengan pimpinan ICMI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk memperkuat sejumlah agenda legislasi yang menjadi usulan DPD. Di antaranya terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan, masyarakat adat, lingkungan, serta pengelolaan korban perubahan iklim.
Baca Juga: DPD Sahkan Pertimbangan RUU APBN 2027, Usulkan TKD Naik Jadi Rp760 Triliun
"DPD juga meminta dukungan ICMI dan BRIN terkait dengan beberapa produk legislasi yang diusulkan oleh DPD," ujar Sultan.
Selain itu, Sultan menyebut perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian serius.
Menurutnya, perkembangan AI tidak mungkin dihentikan, sehingga diperlukan kerangka regulasi. Agar pemanfaatannya dapat dikendalikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita akan menginisiasi semacam payung hukum atau regulasi atau mungkin legislasi terkait dengan AI. AI ini sesuatu yang tidak bisa dicegah, tetapi kalau tidak diatur juga bisa tidak terkendali," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sultan juga menyoroti perlunya penataan kembali sistem ketatanegaraan dan kelembagaan negara. Ia menyebut kewenangan setiap lembaga negara perlu ditempatkan secara tepat, agar dapat menjalankan fungsi secara efektif dan berkontribusi lebih nyata bagi negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta
- 10Nama BRAN Diganti Jadi LPRA dalam RUU Reforma Agraria







